News / Nasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:32 WIB
Sebanyak 50 orang berambut cepak dan berbaju loreng mendatangi markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026) pagi.
Baca 10 detik
  • Media sosial sempat merumorkan keterlibatan dua perwira tinggi TNI dalam aksi mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu malam.
  • Kapuspen TNI membantah keterlibatan personelnya dan menegaskan bahwa institusi tetap menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung.
  • Polri menyita 74 kilogram emas dan uang ratusan miliar rupiah saat menggeledah rumah yang diduga milik Jampidsus Febrie Adriansyah terkait dugaan korupsi.

Penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebelumnya mengungkap temuan baru dalam penggeledahan sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor yang diduga milik Febrie.

Selain menyita 74 kilogram emas dan uang tunai yang ditaksir bernilai ratusan miliar rupiah, penyidik juga mengamankan sebuah bingkai berisi foto keluarga yang diduga keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah.

Dari tangkapan layar yang diperoleh Suara.com, bingkai tersebut memuat beberapa foto keluarga.

Salah satunya menampilkan seorang pria dewasa bersama seorang perempuan dan tiga anak, sementara foto lainnya memperlihatkan pria yang sama berpose bersama anggota keluarga dalam kesempatan berbeda.

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan identitas orang dalam foto tersebut masih didalami sehingga penyidik belum dapat memastikan apakah benar merupakan keluarga Febrie.

"Saat ini masih didalami, mohon waktu," kata Totok di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026).

Foto keluarga diduga Jmapidsus Febrie Adriansyah yang disita dari rumah mewah di kawasan Sentu, Bogor. [Suara.com/Istimewa]

Rumah di Sentul itu sebelumnya juga menjadi lokasi penyitaan 74 kilogram emas dan uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang kini telah meluas ke 12 lokasi.

Sebelumnya, penyidik lebih dulu menggeledah Cafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, dan menyita uang sekitar Rp67,2 miliar yang ditemukan di dalam brankas tersembunyi serta lokasi money changer.

Seluruh rangkaian penyidikan itu berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri periode 2020–2025, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Hingga kini, penyidik masih mendalami keterkaitan seluruh barang bukti yang telah disita dalam perkara tersebut.

Load More