News / Nasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:49 WIB
Suasana di Kafe d'Clan Signature tampak lengang dan sangat kontras dengan aktivitas biasanya, Kamis (9/7/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
Baca 10 detik
  • Kortastipidkor Polri menghentikan operasional Kafe d'Clan Signature di Cipete Raya, Jakarta Selatan, setelah melakukan penggeledahan pada Rabu (8/7/2026).
  • Penyidik menyita uang tunai senilai lebih dari Rp67 miliar dari kafe dan Koin Money Changer terkait penyidikan korupsi.
  • Aparat gabungan tengah mendalami dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan sosok pejabat tinggi kejaksaan.

Ketidakpastian ini menambah panjang daftar pertanyaan publik mengenai kelangsungan bisnis kafe yang kini terseret dalam pusaran kasus hukum besar.

Langkah penutupan ini diambil setelah Kortastipidkor Polri melakukan penyitaan aset yang sangat signifikan. Dalam operasi yang dilakukan pada Rabu (8/7/2026), penyidik berhasil mengamankan uang tunai dengan nilai fantastis, yakni lebih dari Rp67 miliar.

Suasana di Kafe d'Clan Signature tampak lengang dan sangat kontras dengan aktivitas biasanya, Kamis (9/7/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)

Penyitaan tersebut tidak hanya dilakukan di Kafe d'Clan Signature, tetapi juga menyasar Koin Money Changer yang diduga memiliki keterkaitan dalam alur transaksi keuangan yang sedang diselidiki.

Penggeledahan dan penyitaan di Kafe d'Clan Signature ini merupakan bagian dari penyidikan gabungan yang melibatkan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Tim gabungan ini tengah mendalami sejumlah perkara berat yang mencakup dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasus ini menarik perhatian luas karena adanya dugaan keterkaitan antara Kafe d'Clan Signature dengan sosok pejabat tinggi di lingkungan korps adhyaksa.

Dalam proses penyidikan yang sedang berjalan, muncul dugaan bahwa kafe tersebut memiliki kaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap dokumen dan barang bukti yang disita dari lokasi.

Area Cipete Raya yang biasanya menjadi destinasi gaya hidup warga Jakarta kini menjadi saksi bisu dari pengungkapan kasus yang diduga melibatkan jaringan korupsi dan pencucian uang lintas instansi. (Reporter: Cornelius Juan Prawira)

Baca Juga: Viral! Eks Ajudan Prabowo Disebut Pimpin Penjemputan Saksi Kasus Jampidsus di Polda Metro

Load More