- Pemprov DKI Jakarta mengusulkan penambahan enam golongan baru penerima layanan gratis Transjakarta sebagai langkah mitigasi penyesuaian tarif transportasi.
- DTKJ mengusulkan kelompok disabilitas berat, pasien rujukan rutin, pelajar, mahasiswa, pencari kerja, korban bencana, dan pelaku usaha mikro.
- Gubernur DKI Jakarta masih mengkaji usulan tersebut dengan mempertimbangkan aspek penganggaran agar tidak menurunkan tingkat pemanfaatan layanan transportasi warga.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang penambahan enam golongan baru penerima layanan gratis Transjakarta di tengah rencana penyesuaian tarif angkutan umum tersebut.
Usulan tersebut disusun sebagai bentuk mitigasi sosial atas rencana penyesuaian tarif Transjakarta, Transjabodetabek, dan Mikrotrans.
Saat ini, terdapat 15 golongan masyarakat yang selama ini menikmati layanan gratis Transjakarta melalui Kartu Layanan Gratis (KLG).
Enam kelompok yang diusulkan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) meliputi pendamping penyandang disabilitas berat, pasien rujukan rutin seperti pasien cuci darah dan kemoterapi, serta pelajar dan mahasiswa tidak mampu di luar penerima KJP dan KJMU, sebagai bagian dari revisi Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2025.
DTKJ turut mengusulkan pencari kerja aktif pemegang Kartu AK1, korban bencana atau kebakaran yang masih dalam masa pemulihan, hingga pelaku usaha mikro binaan Pemprov DKI Jakarta seperti peserta program Jakpreneur.
Penyusunan usulan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Disnakertransgi.
Namun, usulan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan, karena penambahan golongan berkaitan langsung dengan aspek penganggaran.
"Memang ada penambahan enam golongan, tetapi saya belum memutuskan untuk itu, karena hal ini berkaitan dengan penganggaran," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dikutip Jumat (10/7/2026).
Pramono menargetkan pembahasan detail soal usulan ini akan dilakukan pekan depan, sambil berharap keputusan mengenai penambahan golongan tersebut dapat segera diambil.
Baca Juga: Kenaikan Tarif Transjakarta Hanya Sasar Warga Mampu, 15 Golongan Tetap Gratis
Kebijakan apa pun yang ditetapkan nantinya, sangat dipertimbangkan dengan penuh kehati-hatian karena tidak boleh menurunkan tingkat pemanfaatan Transjakarta oleh warga Jakarta.
"Saya memikirkan betul bahwa jangan sampai transportasi yang sudah berjalan dengan baik ini, terutama digunakan oleh warga Jakarta, karena ada perubahan kebijakan mengakibatkan konektivitas yang sudah 93 persen ini pemanfaatannya mengalami penurunan," tutup Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Febrie Adriansyah Buka Suara, Bantah Punya Kafe di Cipete yang Digeledah Polisi
-
Ditinjau Gubsu Bobby Nasution dan Komisi VII DPR RI, PRSU Bakal Masuk Kalender Event Nasional
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya
-
Usai Penggeledahan, Polda Metro Jaya Fokus Amankan Barang Bukti Bernilai Fantastis
-
Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?
-
Polisi Sempat Lepas Lampu Diduga CCTV Sebelum Geledah Ruko Cipete
-
Akui Rumah Sentul Miliknya, Jampidsus Febrie Masih Rahasikan Sosok Pemilik 74 Kg Emas
-
Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU
-
KPK Boyong Bupati Sukoharjo ke Jakarta untuk Pemeriksaan Lanjutan