Suara.com - Pengamat otomotif Nasional, Yannes Martinus Pasaribu menilai stimulus senilai Rp70 triliun pada sektor perpajakan tidak banyak membantu industri otomotif untuk segera bangkit dari pandemi Covid-19.
Menurutnya, stimulus harus dibarengi dengan relaksasi berbagai aturan yang memberatkan industri otomotif. Dengan demikian, para pelaku industri dapat bersiap diri menuju peningkatan kinerjanya, terutama yang berkaitan dengan keringanan impor komponen hingga energi untuk mengoperasikan mesin-mesin produksi mereka.
"Seyogyanya pemerintah memberikan bantuan secara total, tidak parsial. Tidak hanya dari sektor Kemenkeu dan Kemenperin saja. Perlu ada dukungan kebijakan konkrit dan operasional dari Kemendag, hingga ESDM. Jadi janganlah hal ini hanya menjadi beban satu atau dua kementerian saja," ujar Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi Suara.com.
Ia melanjutkan, pemerintah juga perlu mengingat bila pemasukan khas Pemprov yang paling besar rata-rata berasal dari pajak kendaraan bermotor.
"Jika industri otomotif dapat maju dan tumbuh dengan pesat kembali, bukankah pemerintah juga yang akan diuntungkan dengan peningkatan pemasukan khas negara dari pajak industri, BBNKB, dan pajak kendaraan bermotor," tegasnya.
Terakhir Yannes Martinus Pasaribu berharap bahwa akan ada stimulus baru dari kementerian terkait lainnya untuk mengurangi beban industri otomotif pasca dibukanya izin beroperasi setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Covid-19.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjanjikan insentif berupa stimulus bagi pelaku industri otomotif sebesar Rp70 triliun. Ini dilakukan guna meminimalkan dampak wabah penyakit. Sementara di sisi lain, sektor otomotif sangat terpukul akibat lesunya ekonomi sebagai dampak dari wabah.
Baca Juga: Wahana Antariksa Eropa Selesaikan Pendekatan Pertama ke Matahari
Pada April 2020 penjualan mobil turun tajam sampai 90 persen. Adapun stimulus yang diberikan kepada pelaku industri otomotif berupa fiskal, non-fiskal dan moneter.
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Minta Pegawai Kemenkeu Terapkan Nilai Pancasila untuk Kelola Keuangan Negara
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Polisi Pastikan SIM Digital Sah Jadi Pengganti Kartu Fisik Saat Pemeriksaan Jalan Raya
-
Berubah per 1 Juni! Intip Rincian Harga Terbaru BBM Pertamina yang Resmi Turun Harga
-
5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
-
Strategi Mobil Hybrid Dongkrak Penjualan Suzuki Meski Carry Tetap Dominan
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?