Suara.com - Apresiasi tinggi serta sikap memahami kemacetan ditunjukkan warga Kota London dan sekitarnya dalam menyambut kedatangan jasad Ratu Elizabeth II pada Selasa (13/9/2022) petang waktu setempat.
Jasad Sri Ratu yang mangkat pada 8 September 2022 di Balmoral Castle, Aberdeenshire, Skotlandia diberangkatkan dari Edinburgh Airport menggunakan pesawat Globemaster C-17. Dan mendarat di pangkalan udara Royal Air Force, RAF Northolt, Ruislip, Inggris, kurang dari satu jam penerbangan.
Dari berbagai siaran live streaming media Inggris dan pantauan narasumber Suara.com di London, di bawah kondisi gerimis, Royal Hearse atau kereta merta produksi Jaguar Land Rover membawa peti jasad Sri Ratu Elizabeth II bergerak perlahan.
Dalam kecepatan sekitar 15 mil per jam, menempuh rute A40, kereta merta bergerak menuju ibu kota Inggris sekaligus ibu kota Britania Raya dan Irlandia Utara. Terlihat peti mati dari kayu English Oak langka yang diselubungi bendera Royal Standard, dengan karangan bunga putih diterangi lampu kabin benderang.
Prosesi ini merunut kode "Operation London Bridge" atau "London Bridge is Down" tentang instruksi prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II yang dipersiapkan sekitar 1960-an dan direvisi beberapa kali hingga final di saat beliau mangkat.
Sepanjang perjalanan, situasi kemacetan menuju London tampak luar biasa. Bukan karena penutupan beberapa ruas untuk memberikan akses bagi kereta merta yang bergerak bersama satuan polisi bermotor serta mobil pengiring Bentley State serta beberapa unit Range Rover.
Akan tetapi akibat para pengguna mobil, mulai kendaraan pribadi hingga komersial (termasuk van warna putih yang banyak dijumpai di seantero Britania Raya) menghentikan mobil mereka di bahu jalan. Lantas para penumpang dan pengemudinya berdiri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sri Ratu.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berlari menyeberang, bila posisi berpapasan atau tidak searah dengan Royal Hearse. Meski demikian, Met Police yang bertugas dilengkapi jaket fluorescent bertindak simpatik. Yaitu menertibkan barisan agar tidak terjadi laka lantas. Dan di beberapa area bahkan telah disiapkan pagar pembatas demi keamanan.
Baca Juga: Dua Rolls-Royce Phantom Jadi Kereta Raja Charles III di London dan Edinburgh
Di beberapa titik, juga terlihat massa yang menunggu cukup lama dalam hujan, sehingga meneduh terlebih dahulu di bawah jembatan. Kemudian berdiri dalam sikap hormat saat kereta merta Sri Ratu melintas perlahan.
Saat Jaguar kereta merta atau Royal Hearse memasuki kawasan Hammersmith menuju Buckingham Palace, jumlah massa yang memberikan penghormatan semakin padat.
Juga ada beberapa kuntum bunga potong dilemparkan ke arah kereta merta Jaguar yang membawa Sri Ratu. Salah satu kuntum mawar putih berhasil mendarat di bagian kiri atas Royal Hearse.
Penghormatan yang diterima Sri Ratu menuju Buckingham Palace ini terjadi sepanjang jalan saat peti jasad beliau dibawa via darat. Mulai depan Balmoral Castle, Aberdeenshire, hingga Edinburgh, Skotlandia yang berlangsung di bawah kode "Operation Unicorn" serta Ruislip hingga Buckingham Palace di bawah kode "Operation London Bridge".
Beberapa narasumber Suara.com menyatakan bahwa mangkatnya Sri Ratu Elizabeth II bukan sebatas kehilangan seorang simbol negara.
"Namun kehilangan seorang Grandmother, nenek bagi kita semua," kata Colleen Whitehead yang berencana segera mengantre prosesi lying-in-state melihat peti jasad Sri Ratu Elizabeth II pada hari ini, Rabu (14/9/2022) di Palace of Westminter atau House of Parliament.
Tag
Berita Terkait
-
Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
-
Efek Truk Crane Tabrak JPO: Tendean-Kuningan Macet Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan!
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September
-
Lalu Lintas Padat saat Libur Sekolah? Begini Cara Menghemat Bensin saat Macet
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi
-
Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
Dirjen Imigrasi Pastikan Status Cekal Febrie Adriansyah Masih Berlaku
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental