- Pemerintah pastikan harga BBM subsidi tetap stabil tanpa kenaikan hingga akhir tahun 2026.
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang rendah membuat ruang fiskal APBN tetap tangguh.
- Rusia bersiap investasi bangun kilang dan tempat penyimpanan energi demi ketahanan pasokan RI.
Suara.com - Kabar gembira bagi pengguna Pertalite maupun Pertamax, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM tak naik berkat diplomasi ke Rusia. Keputusan menjaga harga subsidi ini resmi berlaku hingga penghujung tahun 2026 mendatang.
Stabilitas harga ini bukan sekadar janji manis, melainkan hasil perhitungan matang kondisi kas negara. Harga minyak mentah dunia yang sedang bersahabat memberi ruang napas sangat lega bagi APBN kita.
Selain itu, jaminan pasokan jangka panjang juga sukses diamankan melalui lobi tingkat tinggi lintas negara. Presiden Prabowo berhasil membawa pulang komitmen investasi ketahanan energi langsung dari daratan Eropa.
Stok Nasional Masih Melimpah
Bahlil langsung menghadap Presiden di Istana Negara untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan. Ia menjamin cadangan energi nasional saat ini berada jauh di atas batas aman.
"Saya sampaikan kepada publik, bahwa insyaallah stok kita di atas standar minimum," ungkap Bahlil di Istana Negara seperti dilansir dari esdm.go.id
Ia juga menambahkan rincian ketersediaan energi secara spesifik untuk kebutuhan harian masyarakat.
"Baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG," lanjutnya.
Menteri ESDM tersebut menegaskan kembali janjinya kepada masyarakat luas soal ketersediaan pasokan.
Baca Juga: RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab
"Insyaallah aman," sambungnya penuh keyakinan.
"Dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden," tegas Bahlil.
Ia langsung membidik persoalan harga yang kerap menghantui masyarakat kelas bawah belakangan ini.
"Bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," tambahnya merujuk pada tahun 2026.
Anggaran Negara Masih Tangguh
Kebijakan menahan harga tentu memunculkan pertanyaan soal kekuatan dompet negara saat ini. Beruntung, harga patokan minyak mentah Indonesia (ICP) ternyata masih berada di bawah asumsi awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Memori Manis Setiap Kilometer Bersama Motor Honda
-
Reputasi 'Bandel' di Toyota Jadi Rusak Gara-Gara Mobil Satu Ini, 270 Ribu Mesin Kena Recall
-
Pilihan Mobil PHEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 KM
-
Motul Hadirkan Standar Baru Pelumas Motor 2 Tak Minim Asap
-
Nabrak pas Naik BYD? Perusahaan Siap Tanggung Kerugian, tapi Begini Syaratnya
-
Motor Listrik Yadea Tempuh Ratusan Kilometer Dalam Sekali Cas dengan Rute Bandung - Bogor
-
Sukses Jualan EV, BYD Kini Kembangkan Robot Humanoid
-
Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif
-
Xiaomi Merugi akibat Jualan Mobil Listrik, Kenapa?
-
Skandal Motor MBG Era Dadan Hindayana: Bertampang Sangar tapi Website Resminya Berisi Lorem Ipsum