Uang tunai sebesar 17,85 juta rupee atau sekitar Rp750 juta dalam bentuk uang kertas baru, telah diserahkan oleh warga Sri Lanka ke polisi. Sejumlah uang tersebut ditemukan saat warga menyerbu dan menduduki istana presiden di Kolombo.
Ribuan warga Sri Lanka turun jalanan ibu kota Kolombo pada Sabtu lalu. Mereka menuntut pengunduran diri Presiden Rajapaksa. Unjuk rasa terkait persoalan ini telah berlangsung selama berbulan-bulan. Antrean panjang warga yang ingin melihat langsung istana presiden masih berlangsung di tengah laporan Presiden Gotabaya Rajapaksa, yang diterbangkan ke pangkalan udara dekat bandara internasional, sehingga memunculkan spekulasi ia akan lari ke luar negeri.
Rajapaksa melarikan diri dari istana presiden dengan pengawalan tentara pada Sabtu (09/07) lalu, tak lama sebelum puluhan ribu orang menyerbu istana. Presiden berusia 73 tahun itu berlindung di fasilitas angkatan laut, menurut pejabat tinggi pertahanan kepada AFP sebelum dibawa ke pangkalan udara Katunayake.
Sejumlah warga yang masuk ke istana presiden, termasuk AL Premawardene yang bekerja di taman hiburan anak di Kota Ganeamulla. Sementara itu para pengunjuk rasa yang masih menduduki istana - dengan antrean yang semakin panjang - menyatakan tidak akan keluar sampai Rajapaksa secara resmi mundur.
Ia mengatakan, "Kami antre panjang untuk bensin, gas dan makanan namun Rajapaksa menjalani hidup berbeda (mewah)."
Warga lain Rashmi Kavindhya mengatakan ia tidak pernah bermimpi bisa masuk ke istana presiden. "Coba lihat begitu mewahnya tempat ini," kata Kavindhva yang datang dengan empat anaknya.
"Kami tinggal di desa dan rumah kami kecil. Istana ini milik rakyat dan dibangun dengan uang rakyat," katanya.
Belum jelas kapan mundur
Sebelumnya, Rajapaksa, menyatakan mundur dari jabatannya, pengumuman yang dikeluarkan Juru Bicara Kantor Perdana Menteri, setelah gelombang unjuk rasa pecah di negara tersebut.
Baca Juga: Viral Video Pendemo di Kediaman Presiden Sri Lanka Temukan Tumpukan Uang Tunai
Ketua Parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardena, akhir pekan lalu menyebut bahwa Presiden Rajapaksa akan mengundurkan diri pada 13 Juli mendatang.
Pernyataan serupa Senin ini kembali datang dari Kantor Perdana Menteri. Dalam sebuah pernyataan, mereka berkata telah dihubungi Presiden Rajapaksa bahwa dia akan meletakkan jabatan pada 13 Juli.
Di bawah konstitusi Sri Lanka, pengunduran diri presiden hanya dapat diterima secara formal ketika dia mengirim surat kepada pimpinan parlemen. Ini belum belum terjadi hingga saat ini. Namun banyak kelompok pengunjuk rasa skeptis pada informasi tersebut.
Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa dia akan mundur dari posisinya. Di tengah gelombang protes, keberadaan Rajapaksa dirahasiakan. Namun sumber militer mengatakan kepada BBC bahwa dia berada di sebuah kapal milik angkatan laut di perairan Sri Lanka.
Sementara itu, saudara kandung presiden sekaligus mantan perdana menteri, Mahinda Rajapaksa, berada di sebuah pangkalan angkatan laut di negara itu, kata sumber BBC yang sama.
Para pengunjuk rasa yang menduduki istana kepresidenan menolak membubarkan diri sampai Presiden Rajapaksa dan Perdana Menteri Wickremesinghe mundur. Rajapaksa dituduh gagal mengelola perekonomian Sri Lanka. Akibatnya, menurut kelompok demonstran, masyarakat selama beberapa bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan pangan serta tak mampu membeli bahan bakar dan obat-obatan.
"Perjuangan kami belum berakhir," kata pemimpin gerakan protes dari kelompok mahasiswa, Lahiru Weerasekara, seperti dikutip AFP. "Kami tidak akan menyerah perjuangan ini sampai Presiden Rajapaksa benar-benar pergi," katanya.
Para pemimpin politik Sri Lanka, hari Minggu kemarin, mengadakan pertemuan untuk membahas transisi kekuasaan yang mulus. Mahinda Yapa Abeywardena, ketua Parlemen Sri Lanka, berkata bahwa pemerintahan koalisi lintas partai yang baru harus dibentuk dalam seminggu jika presiden mengundurkan diri.
Saat laporan ini disusun, Rajapaksa belum mengeluarkan pernyataan kepada publik.
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah