Suara.com - Di Papua Barat, saat ini Evelyn, anak berusia balita asal Manokwari, berhasil belajar baca-tulis-hitung (calistung) lebih cepat dibandingkan teman-teman sebayanya.
“Anak saya sudah mulai les calistung dengan tentor Miss Dinda. Beliau sangat berpengalaman,” ungkap Mom Meidy, ibunda Evelyn, yang merupakan salah satu peserta lembaga pendamping belajar privat, Edumaster, yang saat ini telah menjangkau putra-putri terbaik hingga ke pelosok Nusantara.
“Saya melihat perkembangan Evelyn saat ini sangat bagus. Dia bisa belajar sambil bermain juga,” imbuhnya bangga.
Edumaster merupakan pendamping belajar akademik, bahasa, hobi, dan tugas pekerjaan, dengan metode privat. Misi Edumaster menjadi sahabat belajar dan menumbuhkan minat belajar bagi siswa/i berbagai jenjang, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan umum dalam menghadapi tugas akademik, ujian, dan lainnya.
Selain itu, Edumaster juga fokus pada peningkatan motivasi belajar serta pengembangan karakter peserta didik. Pendekatan individual merupakan cara terbaik untuk menumbuhkan minat dan mempercepat progres belajar.
Dengan inovasi pendampingan belajar yang dicetuskan Edumaster, maka pandemi Covid-19 yang tak memungkinkan belajar tatap muka, tak menjadi rintangan berarti. Begitu pun jarak yang terbentang jauh antara Jakarta dan Manokwari.
Melalui pola pendampingan secara daring, Edumaster yang bisa dibuka pada www.edumasterprivat.com membuat terobosan modul ajar. Modul ajar Edumaster ini mengakomodasi ragam cara belajar anak, mulai dari visual hingga kinestetik/melalui gerakan.
“Modul yang digunakan tidak hanya berbentuk teks atau visual, melainkan juga terdapat bagian-bagian, dimana anak-anak bisa menempelkannya ke modul. Ini dapat sekaligus melatih kemampuan motorik anak,” tutur Muhammad Jazmi, Co-founder Edumaster.
“Ketika anak belajar secara online, mereka mempunyai modul dan guru akan membimbing mereka,” ujar Muhammad Jazmi.
Baca Juga: 100 Generasi Muda Akan Bawa Perubahan Positif, Belajar dari 5 Sosok Inspiratif Indonesia
Setiap anak mendapatkan pendampingan belajar secara individual bersama seorang guru. Edumaster, yang mempunyai akun IG @edumaster.id yakin, pendampingan belajar online secara individual adalah cara terbaik untuk perkembangan anak.
Dengan pendampingan seperti ini, anak bisa betah belajar karena pembelajaran diselingi pula dengan permainan-permainan edukatif. Anak-anak pun tetap bisa belajar sesuai dengan karakteristik mereka sendiri.
Direktur Utama Edumaster, Stefany Aryani, menjelaskan, metode belajar yang dipakai oleh Edumaster berpusat pada anak. Metode belajar Montessori yang kini banyak diimplementasikan di PAUD-PAUD juga menjadi salah satu andalan Edumaster.
Hal ini tidak menyulitkan, karena guru-guru Edumaster sudah berpengalaman, terlebih dalam mengenalkan calistung kepada anak yang baru belajar. Mayoritas guru Edumaster merupakan sarjana pendidikan khusus anak usia dini (PAUD) dan guru-guru taman kanak-kanak (TK).
“Pengalaman dari guru-guru kami, kemudian juga didukung oleh kurikulum yang diterapkan untuk mengajar, seperti kurikulum untuk PAUD ataupun metode belajar Montessori,” tutur Stefany.
Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sudah lebih dari 3.000 orangtua memercayakan konsultasi pendidikan anaknya kepada Edumaster. Mereka adalah orangtua siswa dan siswi usia dini/PAUD hingga level SMA.
Hingga saat ini, Edumaster telah mendampingi lebih dari 600 siswa dan siswi di seluruh Indonesia, dengan jumlah siswa-siswi yang belajar calistung jarak jauh mencapai lebih dari 30 anak di semua penjuru negeri.
Berita Terkait
-
Wapres Maruf: Pembangunan SDM di Papua dan Papua Barat Harus Diperkuat
-
Kunjungi Papua Barat, Wapres Maruf Kasih Bantuan Ke Gereja
-
Presiden Yakin Anak Muda Papua Bisa Menjadi Enterpreneur Kelas Dunia
-
BPJS Kesehatan Tingkatkan Leadership Kepala Kabupaten/Kota di Papua
-
Internet Tercepat di Indonesia Ada di Papua Barat
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Harga Cabai Rawit Merah Melejit jadi Rp69.000/kg, Gula hingga Bawang Ikut Naik
-
6 Langkah Teknik Sandwich Bedak dan Setting Spray agar Makeup Tahan Air
-
BRI KKB National Expo 2026 Digelar Serentak di 131 Lokasi, Raih Rekor MURI
-
Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token
-
BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI
-
Bung Towel Senggol Thom Haye, Sebut Pemain Persib Itu Tak Punya Skill Seperti Pirlo dan Xavi
-
Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819
-
4 Alasan Kenapa Cermin Tidak Boleh Menghadap Tempat Tidur Menurut Feng Shui
-
1.000 Liter BBM Mulai Dipasok untuk Alat Berat Tangani Gempa Manggarai
-
Fakta Pahit: Timnas indonesia Kalah Kelas dari Vietnam dan Thailand Calon Juara Piala AFF 2026