PURWASUKA - Relokasi pedagang pasar lama Rengasdengklok, Kabupaten Karawang dipastikan terus berlanjur hingga beralih seluruhnya. Meski ada sejumlah pedagang yang menolak dipindahkan ke Pasar Proklamasi.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri. Dia meneranhkan, relokasi pedagang ke lokasi pasar yang baru terus dilakukan dan akan berlanjut pada Rabu (2/12/2022) mendatang.
“Bagi yang belum setuju ya supaya berbenah, karena itu tanah milik Pemkab dan akan dimanfaatkan untuk kepentingan Pemda. Kami mengucapkan terima kasih kepada pedagang yang sudah mulai pindah ke pasar baru,” katanya pada Senin (28/11/2022).
Terkait dengan keluhan pedadang soal harga sewa kios dan lapak, pihaknya telah menyiapkan skema pembayaran yang diakui bisa meringkan beban para pedagang.
Menurutnya, ini disesuaikan dengan aturan dan regulasi yang jelas. Sehingga tidak akan menyalahi aturan yang sudah ada.
“Kita nanti akan menerjunkan Dinas Koperasi. Soal bagaimana skenario bantuan bantuan, nanti akan dibicarakan kembali supaya tidak salah,” katanya.
Secara bertahap, tutur Acep, pemerintah juga terus melakukan upaya pembenahan fasilitas dan infrastruktur di Pasar Proklamasi, sehingga tidak ada pedagang yang merasa dirugikan dengan proses relokasi tersebut.
“Kami berharap semua menyadari dan sepakat agar Rengasdengklok ke depan lebih tertib, indah dan bermartabat. Mudah mudahan ada keberkahan dan kebarokahan dibalik proses relokasi ini. Para pedagang lebih maju. Aspek legalitas juga ada,” katanya mengutip dari Tvberita.co.id.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Bunuh Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?
-
Menelusuri Kaki Halimun, 4 Rekomendasi Penginapan Terbaik di Nanggung Bogor untuk Healing
-
Tetap Keren Saat Hujan! 5 Rekomendasi Sepatu Lokal Anti Basah Harga 500 Ribuan
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan