2. Butuh Eksistensi
Individu yang kerap flexing ternyata memiliki kebutuhan besar akan pengakuan atau eksistensi diri. Kebutuhan ini baru akan dipenuhi ketika orang lain terkagum-kagum, memuji dan sudah mengakui sesuatu yang dimilikinya.
Pengakuan orang lain ini bagi pelaku flexing akan dirasakan sebagai penerimaan orang lain terhadap dirinya. Oleh karena itu, mereka harus menunjukkan sesuatu yang 'wow' atau berbeda dari biasanya. Seperti pamer harta kekayaannya atau keberuntungan yang tidak dimiliki orang lain.
3. Kurang Empati
Orang yang gemar membual, termasuk melakukan flexing, tidak menyadari bahwa banyak orang tidak nyaman dan terganggu dengan tindakan mereka.
Hal ini terjadi karena para pembual kurang bisa berempati. Mereka sangat sulit menempatkan diri di posisi orang lain yang tidak seberuntung dirinya. Mereka berpikiran, dengan pamer dan menyombongkan diri akan membuat orang lain terkesan, padahal tidak.
Banyak orang cenderung tidak menyukai individu dengan profil berlebihan, termasuk pamer harta dan kesuksesan.
Sebuah riset di jurnal Social Psychological and Personality Science, mengungkapkan bahwa kebanyakan orang justru lebih suka berteman dengan orang yang biasa-biasa saja, dibandingkan dengan individu yang gemar flexing.
Hasil studi tersebut menegaskan bahwa perspektif orang lain sangat berbeda dengan apa yang dipikirkan pelaku flexing. Tindakan pamer pencapaian dan harta tidak membuat orang lain terkesan.
Baca Juga: Jadwal One Way, Contra Flow dan Ganjil Genap Arus Mudik Lebaran 2023
4. Menutupi Perasaan Rendah Diri
Profesor Emerita, Dr. Susan Whitbourne dari Psychological and Brain Sciences, University of Massachusetts, di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pada dasarnya, flexing disebabkan adanya perasaan tidak aman dan rendah diri.
Sebab perasaan tidak aman dan rendah diri tersebut, pembual atau pelaku flexing merasa butuh validasi atau diakui oleh orang lain. Caranya dengan menunjukkan pencapaian, prestasi, dan harta mereka,” jelasnya.
Tindakan membual dilakukan guna meyakinkan diri sendiri bahwa mereka baik-baik saja. Tindakan flexing dilakukan juga untuk menutupi rasa tidak percaya diri atau minder terhadap diri sendiri.
Semua hal di atas dilakukan oleh pelaku flexing karena mereka merasa ada yang kurang dan ada hal yang mereka tidak miliki, lalu mereka menutupinya dengan cara flexing, pamer harta dengan cara yang berlebihan.***
Berita Terkait
-
Pasca Viral Status WA Pakaian Bekas Sitaan Buat Baju Lebaran, Pihak Kepolisian Amankan Tiga Terduga Pelaku Penyebar Hoax
-
Jalani Pemeriksaan Pertama di KPK Pasca jadi Tersangka, Rafael Alun Bawa Pengacara Ini untuk Bantu Kasus Hukumnya
-
Ramai-ramai Pendekatan Restorative Justice Kasus Mario Dandy : Apa Saja Persyaratannya ?
-
Selebgram Ajudan Pribadi disebut Flexing, Begini Lima Hal yang Melanggar Aturan Negara Tentang Pamer Harta Kekayaan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja
-
Comeback Gila Argentina! Lautaro Martinez Hancurkan Mimpi Inggris
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI