Selebtek.suara.com - Robert Crimo III, pria yang diduga sebagai pelaku penembakan saat parade Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di Chicago, negara bagian Illinois merencanakan serangan itu selama berminggu-minggu.
Menurut polisi, Robert Crimo III secara legal membeli senapan bertenaga tinggi yang dia gunakan dalam serangan yang membunuh tujuh orang itu.
Dilansir Reuters, Rabu (6/7/2022), tersangka diyakini telah menyamar dengan pakaian wanita untuk melarikan diri dari tempat kejadian berbaur dengan kerumunan yang berlarian.
Sekitar 30 orang juga terluka dalam insiden penembakan pada Senin di Highland Park, pinggiran Chicago yang makmur.
Polisi mengatakan mereka masih mengumpulkan bukti dari penembakan itu, di mana tersangka pria bersenjata itu dituduh menembakkan lebih dari 70 peluru.
Berbicara pada konferensi pers, juru bicara Satuan Tugas Kejahatan Utama Lake County, Chris Covelli mengatakan mereka yakin tersangka menggunakan penyamaran untuk melarikan diri dari tempat kejadian, berjalan ke rumah ibunya dengan mengenakan pakaian wanita.
"Dia berbaur dengan orang lain saat mereka berlarian, hampir seolah-olah dia juga penonton yang tidak bersalah," kata Covelli dalam konferensi pers hari Selasa.
Penyelidik percaya penyamaran tersangka memungkinkan dia untuk menyembunyikan tato wajahnya dan membantu pelariannya.
Polisi juga mengungkapkan tersangka itu secara legal membeli lima senjata api sekitar satu tahun lalu dan pada April 2019 dilaporkan mencoba bunuh diri.
Baca Juga: WINNER Sukses Puncaki iTunes 18 Negara Lewat Mini Album 'Holiday'
"Itu adalah masalah kesehatan mental," kata Covelli, menambahkan bahwa masalah itu diserahkan kepada "profesional kesehatan mental".
Pada September 2019, polisi dipanggil oleh anggota keluarga tersangka, yang mengatakan dia membuat ancaman kekerasan untuk "membunuh semua orang".
Polisi menanggapi dan mengeluarkan 16 pisau, belati, dan pedang dari rumahnya. Dia tidak ditangkap, dan tidak ada tindakan lebih lanjut yang diambil.
Setelah perburuan delapan jam pada hari Senin, polisi menangkap pria berusia 21 tahun itu saat mengendarai mobil, di mana ia ditemukan dengan senapan kedua yang mirip dengan yang digunakan dalam serangan itu.
Lebih banyak senjata api juga ditemukan di rumah Crimo, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.
Polisi mengatakan bukti yang diperoleh dari senjata yang ditinggalkan di tempat kejadian adalah "petunjuk investigasi utama" yang membantu mereka mengidentifikasi tersangka.
Mereka percaya para korban Highland Park ditargetkan secara acak, tanpa informasi yang menunjukkan bahwa serangan itu dimotivasi oleh kebencian rasial atau agama.
Pihak berwenang masih mempertimbangkan tuntutan pidana apa yang akan diajukan terhadap Crimo, yang diyakini telah bertindak sendiri. Dia diperkirakan akan muncul di pengadilan pada hari Rabu.(*)
Sumber : Reuters
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
57 Persen Galon Guna Ulang Melampaui Batas Pakai, DPR: Masyarakat Jangan Dibodohi Soal Bahaya BPA
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Frustasi! Vinicius Jr Buka Suara Usai Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Dari Ngopi hingga Belanja, Ini Alasan Transaksi Digital Kian Jadi Andalan Sehari-hari
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature