SUARA SEMARANG – Tragedi Halloween di Itaewon menjadi perhatian internasional. Korban meninggal dikabarkan mencapai 151 jiwa.
Banyaknya korban meninggal disebabkan karena berdesak-desakan, terhimpit, terinjak-injak dan kekurangan oksigen.
Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan betapa padatnya area tersebut saat perayaan Halloween yang seharusnya jatuh pada 31 Oktober mendatang, namun dirayakan pada malam tadi (29/10/2022), karena bertepatan dengan akhir pekan.
Tak sedikit yang bertanya-tanya, mengapa banyak sekali yang tertarik merayakan Halloween di Itaewon, hingga pengunjung berjubel?
Youtuber Korea, Jang Hansol melalui kanal youtube-nya pun mengatakan, bahwa malam tersebut ia sebetulnya juga berencana untuk mengunjungi dan membuat konten di Itaewon, namun ia urungkan.
Youtuber yang lama tinggal di Malang ini mengatakan, Itaewon adalah salah satu tempat di Seoul yang sangat multicultural, kebudayaan di area ini sangat beragam.
“International road, beragam banget kebudayaannya. Banyak sekali makanan-makanan internasional. Turki, Resto Indonesia, Resto Malaysia, India. Bahkan makanan halal juga banyak banget di sana,”katanya dikutip dari kanal Youtube Korea Reomit.
Keberagaman tersebut, kata Hansol, salah satunya karena dulu terdapat basecamp tentara Amerika yang terletak tak jauh dari tempat tersebut.
“Tiap Halloween, mungkin orang-orang berpikir untuk pergi ke Itaewon,”katanya.
Terlebih, pada bulan Oktober dinilai sebagai waktu yang tepat, karena masih musim gugur, belum sedingin musim saldu dan tidak sepanas saat musim panas.
“Udaranya sejuk. Cocok untuk jalan-jalan. Jadi kalau pakai make up dan kostum seperti apa pun ngga bakal keringetan. Jadi banyak orang yang datang ke Itaewon,”ujarnya.
Selain itu, di Itaewon juga terdapat banyak bar, tempat minum dan tempat pesta. “Sehingga orang bisa jalan-jalan dan menikmati pesta di sana,”katanya.
Terkait tragedi tersebut, youtuber korea yang juga terkenal berbahasa Jawa medok ini pun turut berduka, dan ia pun membatalkan niatnya untuk mendatangi area kejadian pada hari ini.
“Kalau untuk ngerekam, bisanya mungkin bisa. Tapi saya rasa kurang pantas,”ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara