SUARA SEMARANG - Pelatih Shin Tae Yong mendapatkan keuntungan usai PSSI membuat semua klub di Indonesia mandatory Timnas Indonesia.
Dengan status itu, Shin Tae Yong bisa bebas memanggil pemain dari klub Indonesia manapun setiap Timnas membutuhkan tenaganya.
Bahkan, ET atau Ketum PSSI Erick Thohir menjadi bekingan Shin Tae Yong jika masih ada klub yang menolak melepas pemain untuk Timnas.
Dalam keterangannya, Erick Thohir menyampaikan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong taka kan kesulitan lagi mendapatkan pemain.
Hal itu berkaca pada perseteruan Shin Tae Yong dengan sejumlah pelatih saat melakukan pemanggilan pemain tahun lalu.
Beberapa klub bahkan menahan pemain dan tak menyetujui panggilan dari Shin Tae Yong untuk Timnas Indonesia.
"Ini kali pertama PSSI bersama liga dan badan Tim Nasional bersepakat bahwa seluruh klub mandatory mendukung timnas," kata Erick Thohir.
Bukannya tanpa alasan klub wajib memberikan dukungan pada Shin Tae Yong, karena jadwal Timnas sudah dibuat jauh-jauh hari.
Sehingga klub bisa memperkirakan kapan pemainnya dilepas untuk latihan Timnas di bawah pelatih Shin Tae Yong.
Baca Juga: Bukan Sponsor Biasa, Erick Thohir Dipuji Habis Ada Tambang Terbesar Dibalik Kedatangan Argentina
Erick Thohir pun mengancam jika ada klub yang menolak panggilan Timnas dan Shin Tae Yong, maka ia akan turun tangan sendiri.
"Tak ada alasan klub tak melepas pemain, jika terjadi maka saya turun tangan langsung. Merah putihnya dimana?" tandas Erick Thohir.
Menurut Erick Thohir, metode penjadwalan laga Timnas di PSSI kali ini sudah berbeda dan lebih baik.
Jika dulu jadwal Timnas belum diatur oleh PSSI dan klub tak melepas pemain maka itu adalah salah PSSI.
Dengan adanya bekingan dari Erick Thohir tersebut diyakini Shin Tae Yong akan lebih fokus dalam peningkatan kualitas pemain.
Apalagi Shin Tae Yong saat ini sedang mempersiapkan Timnas menghadapi laga internasional dan kualifikasi Piala Dunia 2026.***
Berita Terkait
-
Bukan Sponsor Biasa, Erick Thohir Dipuji Habis Ada Tambang Terbesar Dibalik Kedatangan Argentina
-
Tak Diperpanjang, Shin Tae Yong Awas Dicaplok FAM Malaysia Dari PSSI
-
FIFA Ancam Kartu Merah Sepakbola Indonesia, Erick Thohir Sentil Semarang
-
3 Alasan Kiper Emil Audero Mulyadi Gabung Timnas Indonesia, Main di Serie B dan Titisan Buffon
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara