SuaraSoreang.id - Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo tetapkan 2 tersangka kasus penganiayaan AM (17) hingga meninggal dunia.
Santri asal Palembang, Sumatera Selatan tersebut menerima penganiayaan dari 2 seniornya hingga meninggal pada Senin (22/7/2022) lalu.
Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo menuturkan tersangka MFH dan IH merupakan mantan santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor (PMDG), yang juga senior korban.
Diketahui, MFA (18) merupakan santri asal Tanah Datar, Sumatera Barat, sedangkan IH (17) ialah santri asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Kedua tersangka merupakan kakak kelas AM.
Catur menerangkan, Penganiayaan tersebut dilakukan beberapa hari setelah kegiatan perkemahan di PMDG.
"Penganiayaan terjadi pada Senin, 22 Agustus, atau tepat tiga hari setelah kegiatan Perkajum atau Perkemahan Kamis Jumat," tutur Catur, dikuti dari ANTARA.
Penganiayaan tersebut dilakukan ketika kedua pelaku masih berstatus sebagai santri. Namun, akibat kasus tersebut, MFA dan IH akhirnya dikeluarkan oleh pihak pesantren.
Kasus penganiayaan tersebut dikonfirmasi berdasarkan keterangan para saksi yang dimintai keterangan oleh polisi.
Kedua pelaku juga membenarkan adanya pemukulan ke arah kaki serta dada korban di ruang Perkap Pondok 1 Gontor.
Baca Juga: RAISA Diturunkan Lagi Ke Area Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di Jakarta
Korban dan dua saksi lainnya yang duduk di kelas 5 (setara kelas XI SMA) dipanggil untuk menghadap seniornya, yakni MFA dan IH yang juga merupakan pengurus perlengkapan kegiatan perkemahan.
Pemanggilan tersebut dilakukan terkait kerusakan dan hilangnya beberapa barang inventaris pondok. Dengan alasan tersebut, MFH dan IH kemudian melakukan pemukulan dengan dalih pemberian hukuman.
Pukulan dan tendangan yang dilakukan pelaku membuat korban AM terjatuh hingga tak sadarkan diri. Kemudian kedua tersangka panik dan membawa korban ke IGD RS Yasyfin PMDG dengan menggunakan becak milik pondok. Namun, AM telah lebih dulu dinyatakan meninggal dunia.
"Penetapan tersangka itu dilakukan setelah kami melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memintai keterangan saksi-saksi. Ada 20 saksi, di antaranya, ustaz Ponpes Gontor, santri, dokter RS Yasyfin Darussalam Gontor, petugas pemulasaraan, dan pihak keluarga korban," kata Catur.
Sebelumnya, aparat kepolisian setempat juga telah menyimpan barang bukti berupa rekaman CCTV serta sejumlah barang yang diduga digunakan untuk melakukan penganiayaan tersebut.
Kapolres juga menuturkan bahwa hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul di tubuh korban.
Berita Terkait
-
Program Ekonomi Pesantren yang Digulirkan Ganjar Dapat Apresiasi dari Santri di Kalbar
-
Satgas Khusus Dibentuk Buntut Kasus Kekerasan Santri di Ponpes Gontor, Ini Tugasnya
-
STOP Press! Dua Santri Ditetapkan Tersangka Kasus Meninggalnya Santri Dianiaya
-
Ketum PP Muhammadiyah Minta Publik Bisa Lebih Bijak dan Adil dalam Sikapi Kasus Penganiayaan di Gontor
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
-
4 Cushion Tahan Lama yang Lagi Diskon Capai 50 Persen di Shopee, Harga Jadi di Bawah Rp100 Ribu
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Nanas Harga Terjangkau, Mulai Rp40 Ribuan Saja
-
Megawati Berpesan Agar Anak Muda Jangan Jadi 'Bangbong'
-
Optimistis terhadap BBRI, JPMorgan Tingkatkan Rekomendasi Saham Jadi Overweight
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea