Rifki Ardiansyah Arrosyiid mendapatkan emas setelah mengalahkan karateka Iran, Amir Mahdi Zadeh pada final karate putra 60kg Asian Games 2018. Sebagai ilustrasi cabor karate [ANTARA FOTO/INASGOC].

Suara.com - Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (PB Forki), tak bisa menjamin mengikuti imbauan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menurunkan 60 persen atlet pelapis atau junior di SEA Games 2019.

Menurut salah satu Formatur PB Forki, Basiruddin, karate Indonesia masih membutuhkan jasa pemain senior untuk bisa menggapai prestasi di multi event Asia Tenggara itu. Di samping, SEA Games 2019 digunakan sebagai wadah pemanasan menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

"Ini bukan persoalan presentasi (atlet pelapis). Harapan presentasi itu harus ada, akan tetapi kesiapan itu mau tak mau, kami fokus untuk Olimpiade. Ya komposisinya harus atlet yang sudah bisa bersaing di dunia," ujar Basiruddin saat ditemui Suara.com di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Meski mengindikasikan bakal tetap menurunkan para atlet terbaiknya di SEA Games 2019, Basiruddin tak menampik jika peluang para pemain pelapis untuk diikusertakan cukup terbuka.

Usai menggelar kongres ke-15, PB Forki sendiri disebut Basiruddin akan segera menggodok komposisi atlet yang ideal yang sesuai dengan tujuan prestasi maupun regenerasi.

"Kalau melihat kondisi olimpiade sudah dekat, mau tak mau kami akan menyesuaikan dahulu (dengan atlet senior). Namun tak lupa, komposisi-komposisi atlet muda juga harus dikembangkan, karena sekarang ini atlet muda itu 'kan banyak," tukas Basiruddin.

SEA Games 2019 sendiri akan bergulir pada 30 November - 11 Desember 2019. Multi event terbesar Asia Tenggara itu rencananya bakal digelar di New Clark City, Filipina.