Sukabumi.suara.com – Penggemar film-film Korea Selatan pasti sudah tidak asing dengan film populer yang menguras air mata berjudul Miracle in Cell No 7. Menariknya, film tersebut rupanya di-remake ke dalam versi Indonesia.
Sudah terdengar kabarnya sejak tahun lalu, kini film versi Indonesia tersebut akhirnya akan tayang dalam waktu dekat. Tak jauh berbeda dengan versi aslinya, film ini akan menceritakan mengenai kehidupan seorang ayah dengan kondisi autis yang hidup dengan putri semata wayangnya.
Secara singkat, dalam versi Indonesia sosok ayah tersebut diperankan oleh Vino G. Bastian dengan karakter bernama Dodo Rozak. Sedangkan anak perempuan versi kecil diperankan oleh Graciella Abigail yang memerankan karakter Kartika. Adapun Kartika versi besar diperankan oleh aktris Mawar de Jongh.
Konflik dalam film dimulai saat sang ayah ditangkap atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis kecil yang bernama Melati.
Dodo mendekam di penjara No. 7 yang dihuni oleh beberapa napi-napi beringas lain yang diperankan oleh Indro Warkop, Tora Sudiro, Bryan Domani, Indra Jegel, Rigen).
Harus berpisah dengan sang buah hati, Dodo pun merasakan kerinduan yang mendalam terhadap putrinya. Setelah melewati berbagai peristiwa, singkat cerita Dodo pun berhasil mendapatkan bantuan untuk menyelundupkan Kartika ke dalam selnya.
Melihat kedekatan antara Dodo dan Kartika, menularkan kebahagiaan bagi para napi lain yang di penjara di sel tersebut.
Fakta Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia
Rupanya, film ini merupakan cerita yang diangkat dari kisah nyata. Di dunia nyata, laki-laki bernama Jeong Won Seop dituding melakukan pemerkosaan pada seorang gadis sekolah dasar.
Gadis tersebut merupakan anak dari kepala polisi Chun Cheon di tahun 1972. Fakta menarik lainnya, di negara aslinya film ini menjadi film terlaris yang berhasil meraih sebanyak 12,8 juta penonton dalam 46 hari penayangan di bioskop.
Baca Juga: Film Gong Hyo Jin & Shin Min Ah 'Sisters on The Road' Tayang Kembali di Layar Lebar
Sementara itu dalam versi Indonesia, Film Miracle in Cell No. 7 disutradarai oleh Hanung Bramantyo, dan dijadwalkan tayang pada tanggal 8 September 2022 mendatang di seluruh jaringan bioskop Indonesia.
Selain Vino G. Bastian, ada juga sejumlah aktor dan aktris lainnya yang ikut mengambil peran seperti Tora Sudiro, Indro Warkop, Bryan Domani, Denny Sumargo, Indra Jegel, dan masih banyak lagi.
Sumber: suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh