Warga di Sungai Biangloe, Dusun Barua, Desa Barua, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dikagetkan dengan temuan jasad seorang wanita muda di balik batu pada Minggu (11/9). Diketahui jasad tersebut adalah Siswi SMU berinisial M (17) yang dinyatakan hilang oleh keluarganya semenjak Kamis (1/9).
Hasil penelurusan Polres Bantaeng, siswi tersebut ternyata dibunuh oleh kekasihnya, remaja berinisial A (17). Pelaku ditangkap di rumahnya tak lama setelah mayat M ditemukan. A tak membantah dugaan telah membunuh korban saat diamankan.
"Pelaku diamankan aparat desa dan keluarganya, juga didampingi oleh Kapolsek. Kemudian kita lakukan pengamanan," terang Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Rudi.
Pelaku dan korban masih duduk di bangku SMU, namun beda sekolah. Keduanya baru berpacaran sekitar dua bulan. Kejadian pembunuhan terjadi setelah keduanya berjanjian untuk bertemu melalui pesan whatsapp. Kemudian keduanya sepakat memilih suatu tempat wisata untuk lokasi pertemuan, yang akhirnya menjadi lokasi kejadian.
Hal ini diterangkan Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Kumara, berdasarkan hasil interogasi pelaku. "Janjian lewat WA, ketemuan. Janjian pulang sekolah, kemudian boncengan bersama ke lokasi. Di bawah permandian (korban dibunuh) agak jauh, sehingga terlihat aman dan tidak terlihat pengunjung," jelas Andi.
MOTIF PEMBUNUHAN
Pelaku mengaku motif awal pembunuhan didasari cemburu, karena pelaku mengetahui korban memiliki lelaki lain. Pertemuan mereka juga direncanakan untuk membahas perihal tersebut.
"Pelaku ini mengetahui bahwa korban mempunyai pacar lagi, kemudian dilakukan klarifikasi. Setelah itu janjian di lokasi tersebut, dan akhirnya terjadi kejadian ini (pembunuhan)," ujarnya.
Selain motif cemburu, pelaku juga bertambah emosi ketika ajakannya untuk berhubungan intim ditolak oleh korban.
KRONOLOGI PEMBUNUHAN
"Jadi awalnya pelaku ini pengen dilayani hubungan intim, tapi korban tidak mau. Kemudian emosi dari pelaku, kemudian dicekik," Kapolres Andi menjelaskan. "Jadi pelaku pertama mencekik (korban), dirasa sudah meninggal, dipastikan lagi dengan cara dipukul dengan batu kepalanya. Ini berdasarkan pengakuan awal tapi masih kita kembangkan lagi," sambungnya.
Pelaku mencekik leher korban dari belakang menggunakan lengan kanan, lalu menarik dengan tangan kiri, sehingga korban tak sadarkan diri. Kemudian kepala bagian belakang korban menggunakan batu sungai, hingga korban tak sadarkan diri.
Pelaku juga diketahui memutilasi korban, karena pada awal penemuan jasad korban, yang lebih dulu ditemukan warga adalah sepotong kaki milik korban. Pelaku pun mengakui bahwa telah memotong kaki korban dikarenakan emosi.
"Berdasarkan pengakuan pelaku, itu (memotong kaki) sudah dalam keadaan meninggal. Dan saya tanya, apa motifnya? (jawaban pelaku) Karena saking emosinya. Ada umpatan korban pada pelaku sehingga pelaku sangat emosi, geram sampai dengan memotong kaki," terang Andi.
Andi menerangkan, menurut keterangan pelaku, pemotongan kaki korban dilakukan dengan menggunakan batu pipih, dan kemudian kakinya dipisahkan dari badan korban.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Susi, ART Ferdy Sambo Akhirnya Muncul! Mengkonfirmasi Brigadir J Disiksa di Ruang Rahasia
-
CEK FAKTA: Terkuak! Titik Awal Pelecehan Terhadap Putri Candrawathi Oleh Brigadir J
-
CEK FAKTA: Pembunuhan Berencana Brigadir J, Bukan Pelanggaran HAM Berat, Kata Komnas HAM
-
CEK FAKTA: Bagian 3, Bukan Korban! Terbukti Putri Candrawathi Ternyata Tersangka Perencana Pembunuhan Brigadir J
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mentereng, Segini IPK Erina Gudono usai Lulus dari Universitas Pennsylvania
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
PLN Klaim Listrik di Riau Kembali Normal 100 Persen usai Insiden Blackout
-
Novo Nordisk Kantongi Restu FDA, Insulin Seminggu Sekali Resmi Meluncur
-
IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100
-
Contoh Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa yang Menyentuh Hati
-
IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?
-
Dituding Tak Ada Andil di Rumah Mewah Sarwendah, Ruben Onsu Menohok Beri Kode Penghasilannya
-
Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta