TANTRUM - Beragam modus penipuan semakin terbuka di era digital. Salah satunya dengan mengatasnamakan OneKlik BCA, sehingga Anda harus mengetahui cara menghindarinya.
Menurut BCA, agar terhindar dari penipuan yang mengatasnamakan OneKlik, kita harus memahami 5 hal penting tentang OneKlik:
1. OneKlik bukan metode transfer, melainkan metode pembayaran melalui situs atau aplikasi merchant (marketplace) atau top-up saldo Gopay.
2. Pembayaran OneKlik langsung di dalam situs atau aplikasi merchant. Jadi tidak ada metode transfer antar perorangan menggunakan OneKlik atau dengan meminta nomor kartu ATM serta kode OTP.
3. Jangan pernah memberitahukan data pribadi perbankan seperti nomor kartu ATM dan kode OTP kepada siapa pun, sekalipun yang mengaku dari lembaga resmi atau dari calon pembeli online.
4. Nomor kartu ATM, kode OTP, kode akses m-BCA, dan PIN m-BCA itu termasuk data pribadi kamu yang harus kamu jaga, tidak boleh diberikan kepada siapa pun dengan alasan apa pun.
5. Apabila tidak merasa melakukan pembayaran dan ada pihak yang meminta data pribadi perbankan, itu pasti modus penipu!
Modus Penipuan Atas Nama OneKlik
Para penipu akan melakukan beragam cara untuk membobol rekening. Salah satu caranya dengan mengatasnamakan OneKlik dan marketplace.
Baca Juga: Kisah Pencarian yang Penuh Teka-Teki, Inilah Sinopsis Film Searching
Modusnya, pelaku mengatasnamakan OneKlik yang menjadi bagian dari platform online shop dan menawarkan kepada korban yang juga nasabah BCA kesempatan untuk mendapatkan hadiah dalam bentuk uang.
Pelaku mengatakan bahwa pencairan hadiah hanya dapat dilakukan dengan cara transfer bernama “OneKlik”.
Dengan teknik social engineering atau manipulasi psikologis, pelaku dapat meyakinkan korban bahwa agar cara transfer ini dapat dilakukan, korban harus melakukan 8 hal berikut ini, sebagaimana keterangan resmi dari BCA:
1. Meminta nomor kartu ATM milik korban sebagai rekening tujuan transfer hadiah.
2. Pelaku meminta korban untuk menekan notifikasi registrasi OneKlik yang muncul di handphone korban, sehingga diarahkan ke aplikasi BCA mobile korban.
3. Korban diminta untuk login BCA mobile dengan mengisikan kode akses.
Melakukan konfirmasi dan menyetujui “Ketentuan OneKlik”, serta menyelesaikan aktivasi OneKlik dengan menginput PIN m-BCA.
4. Tanpa disadari korban, saat langkah 1 dilakukan (korban memberikan nomor kartu ATM), pelaku melakukan registrasi OneKlik di akun merchant online, dan kemudian menuntun korban melakukan langkah 2 s/d 4 di atas.
6. Jika OneKlik sudah teraktivasi, maka pelaku dapat langsung bertransaksi dengan menggunakan akun OneKlik korban yang sudah dikoneksikan ke akun merchant online pelaku!
7. Pelaku juga kadang melakukan aktivitas phishing dengan meminta korban membuka link yang diarahkan ke situs OneKlik palsu. Di situs tersebut, korban diminta untuk memberikan informasi rahasia seperti nomor kartu ATM, kode akses m-BCA, PIN m-BCA, dan lain-lain.
8. Dalam kasus seperti di atas, pelaku mengincar calon korban khususnya nasabah BCA yang belum paham sepenuhnya terkait OneKlik dan juga calon korban yang tidak aware dalam melakukan transaksi atau registrasi OneKlik di BCA mobile. Akibatnya, pelaku berhasil mencuri sejumlah rupiah dari korban.
Cara Aktivasi OneKlik
Saat ini, OneKlik telah meningkatkan fitur layanannya untuk kenyamanan dan keamanan transaksi.
Aktivasi pendaftaran OneKlik di situs/aplikasi merchant sudah tidak menggunakan kode OTP yang diterima dari SMS, melainkan diarahkan langsung ke aplikasi BCA mobile.
Kamu harus membuka BCA mobile untuk melakukan konfirmasi pendaftaran akun OneKlik. Jadi jika kamu tidak melakukan pendaftaran OneKlik di aplikasi merchant tapi ada notifikasi aktivasi OneKlik di HP, kamu mesti curiga.
Sekarang kamu dapat mengatur total limit transaksi harian OneKlik di seluruh merchant OneKlik melalui BCA mobile. Caranya dengan akses BCA mobile, buka fitur m-Admin di BCA mobile, pilih Atur OneKlik, lalu buka akun aktif, dan pilih Atur Limit (maksimal limit Rp 3 juta per hari).
Kamu juga dapat blokir sementara/buka blokir atau menghapus akun aktif OneKlik kamu di BCA mobile. Caranya dengan akses BCA mobile dan buka fitur m-Admin lalu pilih fitur “Atur OneKlik”.
Kemudian kamu tinggal pilih akun mana yang ingn kamu blokir sementara atau hapus. Demikian juga dengan buka blokir.
Berita Terkait
-
Kasus Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Akta oleh Petinggi ACT, Bareskrim: Masih Penyelidikan
-
Terbongkar Kasus Lama ACT, Pernah Dilaporkan ke Bareskrim Polri Terkait Kasus Penipuan
-
Sudah Siap Disidang Kasus Penipuan Investasi Bodong, Doni Salmanan: Saya Serahkan Semuanya ke Proses Pengadilan
-
Segini Total Nilai Aset yang Disita Polisi dalam Perkara Penipuan Investasi Doni Salmanan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Beredar di Magetan, Pengedarnya Diduga Pria Asal Bojonegoro
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Trauma Masa Lalu, Fariz RM Pilih Hidup Tanpa Ponsel Usai Bebas Penjara