/
Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:32 WIB
Putri Candrawathi saat agenda eksepsi dalam sidang perdana kasus pembunuhan berencana Brigadir J. (Suara.com/Arga)

Martin juga mengungkap jika yang sebenarnya terjadi di Magelang, adalah cerita yang terbalik.

"Lalu kalau kita ikuti premis mereka, pernah nggak sih kita terbayang kalau sebenarnya, ya mungkin saja yang ingin memperkosa adalah PC?" katanya melanjutkan pembicaraan.

Dugaan Martin lantas cukup mencengangkan, lantaran dia mengatakan bagaimana jika yang sebenarnya terjadi adalah istri Ferdy Sambo yang hendak memerkosa Brigadir J.

Kemudian, karena ketahuan kemudian Putri merasa malu lalu memutarbalikan cerita.

"Karena ketahuan, dia malu, dia bilang lah sama ajudan-ajudannya kalau dia diperkosa. Pernah nggak terbayang seperti itu?" katanya melanjutkan.

Dikatakan Martin, kemungkinan Putri yang memaksa Brigadir J untuk berhubungan intim sangat mungkin terjadi.

Apalagi jika Ferdy Sambo saat mendengar cerita sang istri, mau berpikir lebih jernih.

Akan tetapi, Martin menyayangkan Ferdy Sambo malah langsung termakan emosi.

Ferdy Sambo bukanya memilih menanyakan langsung pada Brigadir J, malah mengeksekusi langsung.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Temukan Rahasia Kepribadian Anda, Tentukan Melalui Gambar

"Cuma di sini konyolnya FS (Ferdy Sambo) ini main percaya aja mungkin sama istrinya,” katanya.

“Harusnya kan ditanya dulu, dipanggil dulu si Yosua ini, (ditanya) bener nggak kamu melakukan ini?" kata Martin.

Jika perlu, Ferdy Sambo menekan Brigadir J dengan ancaman melaporkannya ke polisi dan pemecatan.

"Nah ini kan enggak. Langsung ujug-ujug 340 (pembunuhan berencana). Ini yang menurut saya (miris), jenderal macam apa dia ini? Kok bisa jadi Kadiv Propam," jelas Martin.

Akan tetapi, Martin mengatakan saat ini sudah terlanjur terjadi. Dia menantang Putri untuk melakukan pembuktian soal perkosaan tersebut di pengadilan.

Kata Martin, Brigadir J saat ini sudah meninggal dan tak bisa memberikan pembelaan.

Load More