SUARA TASIKMALAYA- Tato merupakan gambar berupa lukisan yang diukir pada kulit tubuh manusia, biasanya tato diukir pada kulit dengan memasukkan tinta menggunakan jarum halus.
Namun, Bagaimana hukumnya tato bagi umat muslim dan mengukir tubuhnya menggunakan tinta yang sifatnya permanen?.
Pada video yang diupload di kanal Youtube Adi Hidayat Official, Selasa (26/4/2023), seseorang bertanya kepada ustadz Adi Hidayat, terkait hukum orang bertato kemudian melaksanakan sholat.
Ustadz Adi Hidayat menjawab dengan menerangkan hukum tato terlebih dahulu. Ustadz Adi menegaskan bahwa tato yang sifatnya permanen itu dilarang dalam agama Islam.
“Dalam Islam tato yang sifatnya permanen itu dilarang, dan itu satu diantara bentuk ajakan setan. Satu diantara ajakan setan itu merubah bentuk tubuh pada sesuatu yang bukan fitrah,” terang ustadz Adi Hidayat
Lebih jelas ustadz Adi Hidayat menjelaskan hal tersebut berdasarkan firman Allah di Quran Surat An-Nisa ayat 118-119, Berikut arti dari ayat tersebut.
(Dia dikutuk oleh Allah) artinya dijauhkan dari rahmat-Nya (dan katanya) setan itu ("Akan saya ambil) untuk saya(dari hamba-hamba-Mu bagian yang telah ditetapkan) yang saya ajak untuk menaati saya!
Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
Makna yang terkandung dari dua ayat tersebut menurut ustadz Adi ialah, setan itu senang jika ada seseorang merubah-rubah bentuk tubuh, maka dari itu ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa itu hukumnya haram.
Baca Juga: Hukuman Bagi Anggota TNI AU Penendang Ibu-ibu
Namun, ustadz Adi Hidayat juga menerangkan, apabila seseorang yang bertato kemudian dengan ikhtiarnya bertaubat kepada Allah, maka hal tersebut terbilang berada dalam kondisi yang termaafkan oleh Allah SWT. (*)
Berita Terkait
-
Begini Cara Menunaikan Puasa Syawal, Menurut Ustadz Adi Hidayat
-
Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Berikut Ini!
-
Pahami, Ini Makna Idul Fitri Menurut Ustadz Adi Hidayat: Beribadah untuk Kembali Suci
-
Perjalanan Mudik Sejauh Apa yang Boleh Tidak Puasa? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Beralih ke Dunia Akting, Gahyun Dreamcatcher Gunakan Nama Baru Lee Seo Yul
-
Honor MagicPad 4: Tablet Tipis Super Premium yang Siap Gantikan Laptop
-
Eks Suami Cucu Mpok Nori Sempat Ancam Bunuh Diri Gegara Ogah Pisah
-
Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan
-
Area Rumah yang Harus Diperiksa Usai Mudik Lebaran Agar Tetap Aman dan Nyaman Dihuni
-
Narasi 'Not That Bad' Prabowo: Standar Kemajuan atau Jebakan Rasa Puas?
-
Dea Annisa Rela Tunda Nikah Demi Jadi Tulang Punggung Keluarga dan Biayai Pendidikan Adik
-
Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan
-
Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran
-
Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat