Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan uji coba tahunan penyampaian informasi kebencanaan melalui SMS di Bandung, Jawa Barat.
"SMS adalah salah satu metode penyampaian informasi bencana yang efektif dan sangat bermanfaat sebagai mitigasi sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak korban jiwa dan harta benda," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Kominfo, Ahmad Ramli, dalam siaran pers, Jumat (11/12/2020).
Uji coba SMS blast ini dilakukan oleh Direktorat Pengembangan Pitalebar, Ditjen PPI, sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyampaian Informasi Kebencanaan Melalui Jaringan Bergerak Seluler.
Pasal 13 ayat (2) Permenkominfo tersbeut menyebutkan bahwa uji coba penyampaian informasi kebencanaan dilaksanakan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun untuk setiap tahun berikutnya.
Kementerian sejak 2016 sudah memmbangun Sistem Penyampaian Informasi Bencana, bekerja sama dengan penyedia informasi bencana antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika untuk gempa dan tsunami; Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kebakaran hutan dan lahan; Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta untuk banjir; Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk bencana nasional.
Sistem tersebut juga terhubung dengan operator seluler Telkomsel, Indosat, XL dan Hutchison 3 sehingga pesan dapat disebarkan dalam bentuk SMS. Uji coba tahun ini berlangsung di Sheraton Hotel Bandung and Tower, mencakup kelurahan Dago dalam radius sekitar 2 kilometer.
Hasil rekapitulasi uji coba tahun ini, SMS yang dikirimkan oleh operator seluler selama 30 menit berjumlah 13.239 oleh Telkomsel, Indosat 5.203, XL 2.927 dan Hutchison 3 8.665.
Pesan yang diterima masyarakat dalam uji coba tersebut berbunyi "Pesan ini adalah UJI COBA Diseminasi Informasi Bencana melalui SMS di sebagian wilayah Kota Bandung. Kementerian Kominfo - BNPB - Operator Telekomunikasi".
Pelaksana tugas Direktur Pengembangan Pitalebar, Ditjen PPI, Marvels Situmorang menyatakan perwakilan dari BMKG, KLHK, BNPB dan BPBD DKI Jakarta berpendapat pemberitahuan informasi bencana melalui SMS sangat efektif, tepat dan perlu dilanjutkan.
Baca Juga: Ibu Kota Baru di Kalimantan Kandidat Terbaik Pionir 5G di Indonesia
Kominfo sedang menjajaki pengembangan media lain untuk menyampaikan informasi becana, salah satunya dengan lembaga penyiaran TVRI pada akhir tahun ini. Tahun mendatang, Kominfo berencana untuk bekerja sama dengan televisi swasta dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk bencana gempa vulkanik dan erupsi gunung berapi. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
-
Wamen Nezar Patria Sebut Pentingnya Digitalisasi buat Pengembangan Wilayah, Kenapa?
-
Tuntutan Berat untuk Eks Pegawai Kominfo: Denda Miliaran dan Penjara hingga 9 Tahun di Depan Mata
-
Diperiksa di Bui, Plate Lempar Tanggung Jawab Proyek PDNS ke Bawahan yang Jadi Tersangka
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bagaimana Cara Akurat Mengetahui Weton Tulang Wangi Seseorang?
-
Bukan Ducati! Ancaman Aprilia Juatru Datang dari Tim Satelitnya Sendiri
-
Pengalaman Baru Menjelajahi Destinasi Impian Bersama JETOUR Indonesia di GIIAS 2026
-
ETF Emas Resmi Melantai di BEI, Dapat Fatwa Syariah dan Bidik Investor Ritel
-
Lupakan AFF 2026! Timnas Indonesia Wajib Juara FIFA ASEAN Cup atau Herdman Mundur
-
Dont Say Good Luck: Kisah Remaja Dihadapkan Antara Mimpi atau Keluarga
-
Investor Pasar Modal Meledak Jadi 30,27 Juta, Bos OJK Justru Soroti Ancaman di Baliknya
-
15 Ide DIY Properti Photobooth 17 Agustus yang Lucu dan Estetik, Modal Murah Hasil Mewah!
-
Kalla: Nipah Mall Aman dan Kondusif Usai Kebakaran
-
Diskon Langsung Promo The Best of Beauty dari BRI, Ini Syaratnya