- Grab Indonesia mengakhiri GVV Batch 8 dengan meluluskan lima startup fokus keberlanjutan, bertema adopsi operasi hijau oleh UMKM.
- Lima startup terpilih melalui proses enam bulan intensif, termasuk validasi solusi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular.
- Beberapa capaian mencakup penanaman pohon, daur ulang sampah, dan pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di ekosistem Grab.
Suara.com - Grab Indonesia resmi menutup rangkaian Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 lewat acara Graduation Day yang menandai kelulusan lima startup teknologi berorientasi keberlanjutan.
Program akselerator intensif selama enam bulan ini menjadi panggung pembuktian bagi inovasi yang menyasar isu krusial, mulai dari teknologi iklim, energi terbarukan, hingga ekonomi sirkular.
Mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”, GVV Batch 8 menyeleksi lima startup terbaik dari ratusan pendaftar, yakni CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak.
Kelimanya dinilai mampu menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pelaku UMKM di Indonesia.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa para peserta GVV Batch 8 telah menunjukkan potensi besar dalam menciptakan dampak jangka panjang.
“Kami bangga melihat para startup terpilih ini berhasil menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang akan berdampak jangka panjang. Semangat mereka mencerminkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam mendorong perubahan positif bagi masyarakat,” ujar Neneng, dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).
Sejak Agustus 2025, para founder mengikuti rangkaian pendampingan intensif, mulai dari mentorship bersama praktisi industri, integrasi teknologi melalui pilot project di ekosistem Grab, hingga sesi pitching dengan mitra strategis dan investor.
Seluruh perjalanan tersebut berpuncak pada Graduation Day yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (13/1).
Salah satu capaian menonjol datang dari Jejakin, yang berkolaborasi dengan Grab dan Grab For Business menghadirkan fitur Sustainability as a Service.
Baca Juga: Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan di Ekosistem Venture Capital
“Kolaborasi ini memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 733 kilogram CO per bulan. Kami optimistis ini menjadi contoh kolaborasi strategis dengan dampak terukur,” kata Arfan Arlanda, CEO & Founder Jejakin.
Sementara itu, Liberty Society memanfaatkan program GVV untuk memperkuat model ekonomi sirkular dengan mengolah jaket mitra pengemudi dan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna.
“Inisiatif ini menghemat emisi karbon hingga 208 kg COe sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi perempuan marginal. Ini bukti bahwa bisnis berkelanjutan bisa menciptakan nilai lingkungan dan sosial secara bersamaan,” ungkap Tamara Soerijo, CEO Liberty Society.
Di sektor pengelolaan sampah, Sirsak berhasil mendorong partisipasi publik melalui pendekatan B2C yang inovatif.
“Melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, masyarakat cukup berdonasi Rp1. Program ini berhasil mendukung pengelolaan 25 ton sampah daur ulang dan memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sampah,” jelas Angeline Callista, CEO & Co-Founder Sirsak.
Adapun Rekosistem memperluas dampak layanan daur ulang lewat integrasi API dengan Grab.
Berita Terkait
-
GoTo Jawab Isu Terkait RUPSLB, Escrow Fund dan Merger dengan Grab
-
Jawaban GoTo Usai Beredar Usul Patrick Walujo Diganti
-
Saham GOTO: Saham Diburu Asing, Kabar Terbaru Merger Grab, dan Isu Pergantian CEO
-
Mengenal GrabModal Narik: Pinjaman untuk Driver yang Bisa Jeda Cicilan, Ini Syaratnya
-
Heboh Merger GrabGoTo, Begini Tanggapan Resmi Danantara dan Pemerintah!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
Link dan Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Begini Langkah Pendaftaran Online
-
Xiaomi Smart Steam Air Fryer 7L Siap Rilis, Kontrol Memasak Canggih lewat HyperOS
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug
-
HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini
-
Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat
-
Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir
-
75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94
-
Terpopuler: 7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Tecno Siap Rilis HP Murah Mirip iPhone