SuaraBandung.id - Sebutan 'NasDrun' mulai ramai dipasang di media sosial setelah Partai NasDem mengumumkan Anies Baswedan dideklarasikan sebagai Bakal Calon Presiden 2024 mendatang.
Istilah NasDem ini diduga dimainkan buzzer yang sudah lama tidak menghendaki Anies Baswedan.
Atas kegaduhan istilah NasDrun, Wakil Ketua DPD Demokrat Banten, Heri Handoko mengatakan, hal tersebut merusak atmosfer demokrasi.
Bukan itu saja, dia juga menilai buzzer yang memainkan istilah NasDrun sebagai upaya memecah belah bangsa seperti yang pernah terjadi pada pilpres sebelumnya.
"Saya kira sebutan Nasdrun merupakan hal yang kurang baik dalam atmosfer demokrasi hari ini,” kata Heri saat dikonfirmasi, Senin (10/10/2022).
“Penggunaan kalimat atau kata negatif telah membuat masyarakat terbelah. Terbukti pada perhelatan pilpres 2014 dan 2019," ucapnya yang mengkhawatirkan kondisi saat ini mulai disusupi buzzer politik.
Lebih dari itu, Heri juga mengatakan saat ini masyarakat sudah lelah dan jengah dengan pihak yang menggunakan politik sentimen primordial atau politisasi agama untuk mendulang suara.
Kata Heri saat ini Partai Demokrat lebih memilih fokus melakukan perubahan dan perbaikan di masyarakat.
Partai Demokrat kata dia, tidak ingin terjebak serangan pendengung atau buzzer.
"Masyarakat ingin adanya sebuah perubahan dan perbaikan, kami mendengarnya secara langsung,” kata dia.
Kata dia, Demokrat saat ini sedang fokus bagaimana menahan dampak dari kebijakan BBM yang berdampak pada mahalnya harga sembako dan kebutuhan lainnya.
“Bagaimana harga BBM naik, harga bahan pokok melambung tinggi, itu yang menjadi PR kita bersama,” ucapnya.
“Itu yang harus segera kita pecahkan masalahnya dari hulu maupun hilirnya," beber Heri
Kata dia saat ini masalah bangsa lebih besar untuk bisa disikapi, daripada mengikuti arus buzzer yang bisa membahayakan.
"Bukan terjebak kepada narasi buzzer yang hanya bisa merusak tatanan demokrasi Bangsa Indonesia yang sedang on the right track,” kata Heru.
“Kami tegaskan kembali, Demokrat mengusung perubahan dan perbaikan, kepentingan nasional menjadi hal yang mutlak kami perjuangkan,” imbuhnya. (*)
Berita Terkait
-
Anies Baswedan dan NasDem Diserang Buzzer, Nantang Perang Muntahkan Istilah NasDrun, Politisi PAN Pasang Badan
-
Anies Baswedan Sedang Diincar Geng Firli di KPK, Begini Reaksi NasDem
-
Ni Luh Djelantik Seret Agama Hindu Sambil Pamer Foto Bareng Ganjar Pranowo, Begini Sindiran Mengerikan Diduga ke Anies Baswedan
-
Angkat Kaki Usai Surya Paloh Umumkan Anies Baswedan di 2024, Ni Luh Djelantik Singgung Keselamatan Umat Hindu Bali Terancam
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial