Manajemen PSM Makassar hingga kini masih mencari tahu alur utang yang diklaim sampai Rp5,6 miliar. Sebab PSM Makassar yakin sisa utang ke Shesie Erisoya hanya Rp2,1 miliar. Sesuai perjanjian tahun 2022.
"Uang Rp3,5 miliar ini yang jadi polemik makanya dipastikan dulu lalu lintas atau alur uang itu," kata kuasa hukum PSM Makassar, Yusuf Gunco.
Yusuf Gunco juga menegaskan PSM Makassar tidak menutup diri. Mereka akan melunasi utang ke Shesie Erisoya, tapi perlu perhitungan terlebih dahulu.
Ia menegaskan pihaknya akan menemui Shesie Erisoya dan kuasa hukumnya dalam waktu dekat untuk melakukan penghitungan ulang. Termasuk memperlihatkan bukti-bukti utang.
"Manajemen tidak tutup diri. Buktinya dari total utang Rp14 miliar sekian sisa Rp2,1 miliar dan sudah ditandatangani surat kesepakatan sisa utang," jelasnya.
Sementara, Agus Amri selaku kuasa hukum dari Shesie Erisoya mengaku PSM Makassar berupaya melunasi utang dengan meminta diskon. Padahal, pihaknya punya bukti-bukti pengeluaran sejak tahun 2016 dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Ini ada upaya untuk melakukan pembayaran utang dengan diskon. Padahal bukti-bukti kita jelas sekali secara hukum bisa dipertanggungjawabkan," ujar Agus saat dikonfirmasi.
Agus menambahkan mereka mengapresiasi upaya PSM Makassar untuk membayar utang setelah ditagih berulang kali dengan berbagai cara.
Namun, kliennya mengaku sisa utang klub Pasukan Ramang itu totalnya Rp5,6 miliar, dari sebelumnya Rp14 miliar.
Baca Juga: Mendag Zulhas Bakal Habis-habisan Bela UMKM
"Tapi kami apresiasi akhirnya mereka bisa merespon juga setelah dicuekin sekian waktu lamanya. Walaupun mau lolos dengan mendiskon utang," kata Agus.
Sebelumnya diberitakan PSM Makassar diduga terlilit utang yang cukup besar. Kondisi keuangan klub berlambang Phinisi itu disinyalir goyang.
Masalah ini terungkap setelah Shesie Erisoya, mantan Sekretaris Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Munafri Arifuddin menguploadnya di media sosial. Wanita berparas ayu itu mengaku PSM punya utang sekitar Rp5,6 miliar.
Utang itu untuk membiayai sejumlah kegiatan PSM sejak tahun 2016-2019. Termasuk perbaikan lampu stadion Mattoanging untuk lolos verifikasi Liga 1.
Jumlah total utang manajemen PSM ke Shesie adalah Rp14,9 miliar. Namun, masih ada Rp5,6 miliar yang belum terselesaikan.
Agus Amri mengatakan uang itu diambil secara bertahap, tidak sekaligus. Kejadiannya sejak tahun 2016.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh