Suara.com - Menteri Perindustrian RI Mohamad S. Hidayat mengatakan produksi kendaraan bermotor sulit ditekan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasinya adalah dengan mempercepat jaringan infrastruktur jalan.
"Hampir delapan juta unit 'terbang' ke jalan. Kemenperin tidak mampu menyetop produksi kendaraan bermotor," kata M.S Hidayat saat acara Peresmian Pabrik kedua PT. Kawasaki Motor Indonesia sekaligus Peluncuran Ekspor Motor Kawasaki Ninja RR Mono ke Filipina di Cikarang, Selasa (8/4/2014).
"Tetapi yang harus kita lakukan adalah mempercepat jaringan infrastruktur jalan dengan memperlebar jalan dan meningkatkan konektivitas Indonesia untuk ekspor," tambahnya.
Data dari "ASEAN Automotive Federation" (AAF), angka penjualan sepeda motor di Indonesia tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar sembilan persen atau sebanyak 7.771.014 unit sepeda motor dibandingkan tahun 2012 sebanyak 7.141.586 unit sepeda motor.
Pendirian pabrik baru milik PT. KMI, kata Hidayat diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan permintaan sepeda motor dalam negeri, tetapi juga melakukan langkah-langkah terobosan untuk meningkatkan ekspor ke mancanegara.
M.S Hidayat mengatakan Indonesia saat ini telah mampu menempatkan diri sebagai produsen sepeda motor ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. Produksi sepeda motor tahun 2013 mencapai sekitar 7,7 juta unit.
"Investasi di sektor industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tingginya minat investasi menandakan bahwa iklim usaha industri di Indonesia semakin baik dan mampu bersaing dengan negara produsen kendaraan bermotor lainnya di ASEAN," jelasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
-
Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026