Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/8/2014), ditutup naik tipis sebesar 8,41 poin atau 0,16 persen ke posisi 5.165,16.
Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 0,67 poin (0,08 persen) ke level 880,70.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, mengatakan bahwa positifnya bursa saham Eropa dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat IHSG masih mampu bertahan di area positif.
"Sebagian pelaku pasar masih melakukan akumulasi saham secara bertahap," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, penguatan indeks BEI cenderung tertahan menyusul aksi investor asing yang mengambil posisi ambil untung.
Dalam data BEI, tercatat investor asing membukukan jual bersih sebesar Rp448,683 miliar hari ini.
Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa pelaku pasar saham direkomendasikan untuk melirik saham-saham sektor perbankan dan konstruksi.
"Diperkirakan saham sektor itu akan menjadi penggerak IHSG selanjutnya. Beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Jatim Tbk (BJTM), Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT PP Tbk (PTPP)," katanya.
Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 220.831 kali dengan volume mencapai 3,78 miliar lembar saham senilai Rp4,67 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 162 saham, yang melemah 146 saham, dan yang tidak bergerak 99 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 167,49 poin (0,67 persen) ke level 25.122,95, indeks Nikkei naik 127,19 poin (0,83 persen) ke level 15.449,79 dan Straits Times menguat 3,65 poin (0,11 persen) ke posisi 3.316,43. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Ada Bantuan Hukum ke Pegawai Pajak, Purbaya Klarifikasi: Masih Pegawai, Tak Ada Intervensi
-
Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran