Suara.com - Calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan Eddy Rasyidin mengusulkan untuk mengubah proses pemilihan anggota BPK yang dinilai tidak akuntabel saat uji kelaikan dan kepatuhan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat.
"Proses pemilihannya sudah tidak akuntabel, tidak transparan. Hanya dengan persyaratan minim, kemudian 'fit and proper' setengah jam, saya rasa itu hanya basa basi," ujar Eddy Rasyidin, yang juga mantan Staf Ahli Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR di Jakarta, Jumat, (5/9/2014).
Eddy mengatakan, dengan proses tersebut, mustahil mendapatkan anggota BPK yang memiliki integritas, independen dan profesional.
"Sebetulnya proses tersebut tidak salah juga, karena undang-undangnya berbunyi demikian. Oleh karena itu, perlu revisi UU tentang BPK, terutama terkait pemilihan anggota BPK," ucap Eddy.
Eddy berharap, pemilihan anggota BPK bisa dilakukan seperti pemilihan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di mana tim seleksinya melakukan penggodokan selama empat bulan untuk mencari orang-orang yang berintegritas tinggi.
Eddy mengaku telah mengikuti empat kali uji kelaikan dan kepatuhan calon anggota BPK, yakni pada 2010, 2011, 2012 dan 2014, meskipun ia mengaku tidak terlalu berambisi untuk menduduki jabatan sebagai anggota BPK.
Namun, lanjutnya, ia berharap keikutsertaannya pada uji kelaikan dan kepatuhan, dapat menampung masukan dan pemikirannya kepada DPR, yang akhirnya akan disampaikan ke BPK.
"Saya tidak terlalu ingin menjadi anggota BPK, namun saya berharap DPR bisa menyampaikan masukan dan pemikiran saya kepada BPK," tuturnya.
Eddy merupakan salah satu calon anggota BPK yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR pada Jumat (5/9) pukul yang digelar sejak pukul 10.30 WIB.
Selain Eddy, terdapat dua calon anggota BPK lainnya yang mengikuti uji kelaikan dan kepatuhan di Komisi XI pada jadwal yang sama, yakni Eddy Faisal dan Suprayitno. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Profil dan Harta Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota BPK yang Rumahnya Digeledah KPK
-
Toko Misterius Tawarkan Jajanan Ajaib: Semua Keinginanmu Ada di Sini!
-
Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Bagus di Official Store Shopee, Solusi Instan Tutupi Uban
-
Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka
-
Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas
-
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
-
My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan
-
11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil
-
Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU