Suara.com - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) meminta BPH Migas untuk mencabut pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di jalan tol. Pasalnya, KPPU menilai, kebijakan itu diskriminatif dan tidak efektif.
"Kebijakan ini diskriminatif bagi pelaku usaha di jalan tol. Minggu ini surat KPPU ke BPH Migas akan keluar tinggal ditandatangani oleh ketua," kata Direktur Direktorat Pengkajian, Kebijakan dan Advokasi KPPU Taufik Achmad dalam konferensi pers di gedung KPPU, Jakarta, Senin (29/9/2014).
Dia menjelaskan, kebijakan pengendalian BBM subsidi yang diterbitkan oleh BPH Migas ini memiliki tujuan mulia untuk menyelamatkan konsumsi BBM subsidi yang kuotanya 46 juta kilo liter (KL) hingga akhir tahun.
Namun, menurutnya, hal ini perlu dilihat secara jelas apakah kebijakan ini sudah tepat atau belum. Jika belum, KPPU meminta BPH Migas untuk mencabut surat edaran tersebut.
"Jika belum tepat, biasanya permintaan kita dilaksanakan," ucapnya.
Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Tempat Istirahat Pelayanan Jalan Tol Indonesia (Aptipindo) telah melapor kepada KPPU terkait kebijakan BPH Migas dalam melakukan pengendalian BBM bersubisidi di Jalan Tol, sesuai UU Nomor 12 Tahun 2014 tentang APBN-P 2014 telah disahkan. Akibatnya memberikan dampak kerugian bagi pengusaha SPBU jalan tol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform