Suara.com - Meski situasi politik tidak terlalu kondusif, investor asing dan dalam negeri tetap optimistis terhadap perekonomian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Arif Budisusilo mengatakan, pihaknya telah melakukan survei pada tanggal 18 Agustus-1 Oktober 2014, dengan melibatkan 200 responden pelaku bisnis. Hasil survei menunjukan 73% pebisnis percaya Jokowi-JK dapat mengatasi berbagai persoalan di tanah air.
"Hasil survei menunjukkan 73% pebisnis percaya Jokowi-JK dapat mengatasi berbagai persoalan di tanah air," Arif di acara Publikasi Riset & Diskusi Ekspektasi Pebisnis terhadap Pemerintahan Baru di Gedung WTC Sudirman, Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Dari hasil survei tersebut, Arif menuturkan, pebisnis yang masih optimistis tersebut, sebesar 23,5% menyatakan sangat yakin, dan 80% pengusaha percaya Jokowi-JK dapat menarik investasi asing ke Tanah Air.
"Tapi untuk memperbaiki iklim bisnis di Indonesia menjadi lebih baik ini syarat utamanya adalah perbaikan birokrasi dan perizinan. Lalu disusul dengan perbaikan dan keberadaan infrastruktur yang memadai, kepastian hukum, sampai keberanian menerapkan kebijakan penghapusan BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi," ungkapnya.
Hasil survei lainnya adalah 43,2% pengusaha memperkirakan suku bunga acuan BI Rate masih stagnan dalam waktu dekat. Kemudian 78,5% responden percaya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan, dan 39,9% pelaku bisnis berkeyakinan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan menguat kembali.
Berita Terkait
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!
-
BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI
-
Menperin Sebut Investasi Asing Menguat ke Industri Manufaktur
-
Investasi Asing di RI Makin Loyo di Dua Kuartal Terakhir, Ini Kata Rosan Roeslani
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%