Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat tipis setelah Partai Republik menjadi pemenang dalam pemilu sela di Amerika Serikat. Pada sesi pembukaan perdagangan, Kamis (6/11/2014), IHSG naik 3,11 poin atau 0,06 persen menjadi 5.069,94.
"Mayoritas bursa Asia pagi ini, termasuk IHSG BEI dibuka menguat tipis seiring dengan naiknya bursa AS setelah kemenangan Partai Republik di AS pada pemilu sela. Partai Republik dianggap bersahabat dengan bisnis," kata analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri.
Di sisi lain, lanjut dia, menguatnya harga minyak dapat berdampak positif pada saham-saham di sektor komoditas sehingga akan mendorong indeks BEI bergerak di area positif.
"Sebagai tambahan sentimen, ekspektasi meningkatnya permintaan minyak sawit mentah (CPO) juga dapat mendorong saham sektor perkebunan diminati investor menjelang perayaan Hari Raya Natal, dan Tahun Baru," katanya.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan bahwa IHSG BEI masih berada di area konsolidasi jangka pendek di tengah sentimen internal mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedikit di bawah estimasi pasar.
"Arah pergerakan indeks BEI pada kamis ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.054-5.113 poin dengan kecenderungan bergerak menguat," katanya.
Sementara itu pada pukul 09.30 WIB, terpantau IHSG BEI berbalik arah ke area negatif atau melemah tipis sebesar 5,73 poin (0,12 persen) menjadi 5.060 poin.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 20,77 poin (0,09 persen) ke 23.716,39, indeks Nikkei naik 78,82 poin (0,47 persen) ke 17.016,14, dan Straits Times menguat 5,90 poin (0,19 persen) ke posisi 3.293,87. (Antara)
Berita Terkait
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Stalactite & Stalagmite: Kisah Dua Batu Menyaksikan Kepunahan Dinosaurus, Berakhir Mengharukan
-
Hadapi Kemarau Panjang, Ratusan RW di Jakarta Berstatus Rawan Kebakaran
-
Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?
-
Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi
-
Bisnis Logistik Dikuasai Asing, Prabowo Ingin BUMN Ambil Alih
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi: Solusi Keamanan atau Jalan Menuju Main Hakim Sendiri?
-
Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
-
Kemarau Susutkan Waduk Delingan, Dasar Waduk Berubah Jadi Lahan Retak
-
Momen Turunnya Harga Emas, Kesempatan Borong Investasi Jangka Panjang
-
The Boy in the Striped Pajamas: Kisah Persahabatan Anak-anak di Tengah Kelamnya Perang Dunia II