Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi penutupan perdagangan, Jumat (14/11/2014) ditutup menguat tipis 0,82 poin di tengah aksi tunggu investor terhadap realisasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
IHSG BEI ditutup menguat sebesar 0,82 poin atau 0,02 persen ke posisi 5.049,48. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 0,96 poin atau 0,11 persen ke posisi 865,51.
"Pasar kembali 'sideways' akibat ketidakpastian opsi besaran dan waktu kenaikan harga BBM bersubsidi, beberapa pihak dari pemerintah ingin penundaaan dan kenaikannya secara bertahap karena harga minyak turun," kata Analis HD Capital Yuganur Wijanarko.
Namun di sisi lain, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) mengharapkan kenaikan harga BBM bersubsidi itu dapat secepatnya dilakukan agar inflasi mudah dikendalikan ke depannya.
"Di tengah kondisi itu, pelaku pasar tetap direkomendasikan untuk melakukan akumulasi saham karena pada dasarnya harga BBM akan naik tahun ini," katanya.
Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa secara bertahap indeks BEI mulai bergerak menguat meski masih dalam kisaran yang terbatas.
"Sebagian pelaku pasar saham masih mengambil posisi ambil untung, namun dapat diimbangi dengan terapresiasinya mata uang rupiah dan positifnya laju bursa saham dikawasan Asia," katanya.
Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 169.607 kali dengan volume mencapai 2,84 miliar lembar saham senilai Rp3,47 triliun. Tercatat efek yang mengalami penguatan sebanyak 133 saham, turun sebanyak 156 saham, dan tidak bergerak nilainya atau stagnan 96 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 67,44 poin (0,28 persen) ke 24.087,38, indeks Nikkei naik 98,04 poin (0,56 persen) ke 17.490,83, dan Straits Times menguat 6,27 poin (0,19 persen) ke posisi 3.311,20. (Antara)
Berita Terkait
-
Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat
-
Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor
-
Harga BBM Naik! Bahlil Sentil Orang Kaya: Jangan Pakai Pertalite, Apa Enggak Malu?
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Implementasi Green Shipping Pertamina Patra Niaga Klaim Sukses Pangkas 13.000 Ton CO2
-
Harga Referensi CPO Mei 2026 Naik 6,06 Persen, Bea Keluar Tembus 178 Dolar AS per MT
-
Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026
-
Berapa Besaran Dana Pensiun yang Aman di Indonesia? Ini Perhitungannya
-
Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026
-
Harga Pangan 1 Mei 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket
-
CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026
-
Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026
-
Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global
-
Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'