Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/1/2015), ditutup menguat 26,42 poin atau 0,51 persen ke posisi 5.214,35. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) mengalami kenaikan 6,72 poin atau 0,75 persen ke posisi 897,55.
Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih di Jakarta, mengatakan bahwa penguatan IHSG salah satunya didorong oleh data ekspor Cina yang membaik sehingga berdampak pada pergerakan bursa saham di kawasan Asia, termasuk di Indonesia.
"Munculnya berita dari Cina itu memberikan sentimen positif bagi pasar saham, namun cenderung 'temporary'," ujarnya.
Menurut dia, sentimen atau berita yang muncul saat ini hanya mempengaruhi pergerakan bursa saham dalam jangka pendek karena sentimen utama yang dinanti pasar yakni kepastian kenaikan suku bunga AS (Fed rate).
"Sentimen global yang dinanti pasar saat ini adalah kepastian kenaikan Fed rate, sementara dari dalam negeri yakni hasil laporan keuangan emiten periode 2014. Selama sentimen itu masih bersifat ekspektasi maka laju bursa saham domestik akan mudah berubah," paparnya.
Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa harga minyak dunia saat ini yang cenderung menurun cukup positif bagi Indonesia karena dapat membuka ruang fiskal yang lebih lebar untuk digunakan ke sektor produktif.
"Dana yang tadinya digunakan untuk subsidi impor bahan bakar minyak (BBM) bisa dialihkan ke proyek infrastruktur," katanya.
Menurut dia, saham-saham yang berhubungan dengan sektor infrastruktur seperti konstruksi dan properti cukup positif untuk diakumulasi karena dapat mendorong kenaikan harga aset seiring dengan pembangunan proyek di sekitarnya. Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 274.929 kali dengan volume mencapai 7,27 miliar lembar saham senilai Rp4,87 triliun.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 189,51 poin (0,79 persen) ke 24.215,97, indeks Bursa Nikkei turun 110,02 poin (0,64 persen) ke 17.087,71, dan Straits Times melemah 6,11 poin (0,18 persen) ke posisi 3.338,78. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini
-
IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini
-
IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang
-
IHSG Sempat Dibuka Melemah Tapi Langsung Hijau, BBCA Masih Dijual Asing
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun