Suara.com - Indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia terlempar dari level 5.200. Pada sesi penutupan perdagangan, Rabu (14/1/2015), IHSG ditutup melemah sebesar 54,69 poin atau 1,05 persen ke posisi 5.159,66, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) mengalami naik sebesar 10,61 poin atau 1,18 persen ke posisi 886,93.
"Pelemahan indeks BEI cenderung dipicu faktor bursa saham global yang berada di area negatif," ujar Analis dari PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe.
Menurut dia, sebagian pelaku pasar mengambil posisi lepas saham seraya menanti data penjualan ritel Amerika Serikat yang akan diumumkan pada Rabu (14/1/2015) waktu setempat. Diproyeksikan data ekonomi AS itu membaik sehingga membuat sebagian investor khawatir kenaikan suku bunga AS (Fed rate) bisa lebih cepat dari jadwal.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar saham di dalam negeri juga sedang menanti realisasi proyek infrastruktur pemerintah. Adanya perbaikan sektor infrastruktur dapat menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akhirnya meningkatkan status peringkat investasi Indonesia menjadi "investment grade".
"Peringkat investasi Indonesia yang membaik akan mengkis sentimen kenaikan Fed rate yang selama ini dikhawatirkan investor," katanya.
Analis HD Capital Yuganuir Wijanarko menambahkan bahwa aksi jual pelaku pasar mendorong IHSG kembali bergerak di bawah level 5.200 poin.
Namun, menurut dia, penurunan indeks BEI itu dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi saham berkapitalisasi besar karena potensi IHSG BEI meningkat masih terbuka seiring dengan rencana pemerintah yang akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di bulan Februari tahun ini.
"Sentimen terkait BBM itu dapat memberikan angin segar nantinya dan menahan penurunan lebih lanjut," katanya.
Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 244.163 kali dengan volume mencapai 6,39 miliar lembar saham senilai Rp4,23 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 86 saham, yang melemah 235 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 86 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 103,37 poin (0,43 persen) ke 24.112,60, indeks Bursa Nikkei turun 291,75 poin (1,71 persen) ke 17.795,96, dan Straits Times melemah 11,43 poin (0,34 persen) ke posisi 3.329,64. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?
-
IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I
-
Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik
-
BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor
-
BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik
-
Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET
-
Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik
-
Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat
-
Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik