Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Hendri Saparini mengatakan percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi kunci utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 menjadi lebih tinggi. Pasalnya, pemerintah tidak bisa mengandalkkan belanja modal untuk infrastruktur demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.
"Belanja modal itu hanya berperan 3,9 persen terhadap investasi.Kalau pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi lagi, belanja pemerintah menjadi kunci utamanya. Kalau mengandalkan belanja modal tidak akan mampu untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini," kata Hendri dalam diskusi bertema Managing Economic Slowdown di Jakarta, Selasa (28/7/2015).
Selain itu, Hendri menjelaskan di tengah kondisi global yang memburuk seperti yang berlangsung saat ini sehingga mengganggu pendapatan ekspor, perekonomian hanya bisa mengandalkan belanja pemerintah.
"Kalau ekspor itu kontribusinya sangat minim sekitar 24 persen terhadap PDB itu pun tidak bisa diandalkan. Kenapa? Karena harga komoditas di pasar dunia sedang melemah. Apalagi Cina, yang menjadi mitra dagang Indonesia juga tengah mengalami perlambatan ekonomi. Makanya belanja pemerintah itu bisa jadi pendorong. Tapi sayang sampai saat ini penyerapan baru 33,3 persen di tahun ini. Makanya ini harus di pacu kalau mau mencapai target," katanya.
Oleh sebab itu, menurut Hendri, ekspansi anggaran lewat peningkatan belanja pemerintah, termasuk untuk infrastruktur, bisa jadi kontraproduktif terhadap perekonomian secara keseluruhan, terutama dalam jangka pendek.
"Jadi diharapkan di kuartal III ini penyerapan anggaran untuk terus di dorong dan dipercepat untuk mengembalikan kondisi ekonomi Indonesia menjadi lebih baik lagi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina