Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menyarakankan agar birokrasi dan segala aturan terkait mulai dari proses perizinan hingga melakukan bongkar muat barang di pelabuhan melalui satu pintu.
Pasalnya, kata Sofyan, terlalu banyaknya instansi pemerintah yang mengurusi dwelling time dalam menerbitkan izin membuat proses bongkar muat menjadi lamban.
Sofyan menilai, terlalu banyak aturan yang tidak sederhana soal dwelling time karena harus melalui sejumlah kementerian membuat molornya proses bongkar muat.
"Aturan-aturan itu sekarang banyak yang tidak simpel. Itu harus kita simpelkan. Bikin mudah izinnya. Harus satu pintu aja yang ngurusin itu (dwelling time). Kan malah jadi bisa transparan. Misal untuk jenis identifikasi importir kita sederhanakan kalau bisa enggak usah ribet-ribet,” kata Sofyan saat ditemui di kantornya, Selasa (4/8/2015).
Meski demikian, pihaknya mengaku akan membicarakan hal ini lebih lanjut kepada kementerian-kementerian terkait proses dwelling time ini.
Nantinya, Sofyan juga akan menugaskan Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk menjadi koordinator dalam kegiatan bongkar muat barang.
"Iya, nanti Bea Cukai koordinator. Tapi ya sesuai UU yang ada akan kita terapkan sesegera mungkin agar masalah ini cepat teratasi dan para eksportir dan importir dapat mengambil barangnya dengan cepat. Yang terpenting kita simpelkan dulu. Bea cukai dan Pelindo besok akan dipanggil, serta lembaga dan kementerian di pelabuhan," ungkapnya.
Sofyan mengakui, dengan cara tersebut, dapat mempercepat waktu bongkar muat barang dalam kurun waktu dua hingga tiga hari sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
Selain itu, dapat meminimalisasikan ongkos logistik di Indonesia yang saat ini masih menjadi masalah.
“Kan Pak Jokowi maunya dua sampai tiga hari proses bongkar muat barang sudah berjalan, maunya secepat mungkin. Nah cara ini semoga bisa mencapai target itu. Yang ditekankan pak Jokowi juga yang paling penting yang masih bermasalah saat ini,” katanya.
Berita Terkait
-
Tekan Biaya Logistik Nasional, IPC TPK Perkuat Digitalisasi dan Konsep Hub & Spoke
-
Pelni Logistics Bidik Kinerja Bongkar Muat Peti Kemas Capai 56.482 TEUs di 2026
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Perang Lawan Penyelundupan, Pelabuhan Tanjung Priok Pasang Scanner Canggih Untuk Kontainer
-
IPC TPK Catat Kenaikan Kinerja 15.1% di Akhir Triwulan III 2025
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi
-
LPS: Bunga Penjaminan Simpanan Bank Masih 3,5 Persen
-
Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026
-
Ramai-ramai Pedagang Daging Mogok, Amran Ancam Cabut Izin Pengusaha yang Mainkan Harga
-
Bahlil Mau Stop Impor BBM di 2027, Harganya Bisa Murah?
-
Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton
-
Bahlil Dukung Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe, KLH Dorong ke Bareskrim
-
Bidik Laba Rp 100 M, Emiten IFSH Mau Akuisi Tambang Nikel Tahun Ini
-
Garap Banyak Film, Emiten Hiburan IRSX Bidik Pendapatan Tumbuh 200% di 2026
-
Bahlil Jamin Sumur Rakyat Mulai Bisa Beroperasi Secara Legal