Yunani melakukan pembayaran bunga pinjaman pada Kamis (6/8/2015) kepada Dana Moneter Internasional (IMF), lembaga mengatakan, menghindari gagal bayar lagi ketika negara terlilit utang itu melakukan negosiasi rencana penyelamatan ketiga.
"Yunani telah membayar beban bunga yang jatuh tempo kepada IMF hari ini, yang jumlahnya sekitar 186,3 juta euro (203,6 juta dolar AS)," Dana Moneter Internasional mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Pembayaran merupakan yang pertama kalinya sejak awal Juni bahwa Yunani telah memenuhi batas waktu untuk pembayaran pinjamannya kepada IMF.
Yunani yang kekurangan uang gagal melakukan pembayaran utang 1,5 miliar euro pada 30 Juni, menjadi negara maju pertama yang gagal bayar pada pinjaman IMF. Kurang dari dua minggu Yunani gagal lagi membayar 456 juta euro kepada IMF.
Ketika pertama kali gagal bayar pada akhir Juni, IMF membekukan akses Yunani ke sumber dayanya, termasuk pembiayaan program IMF yang sedang berlangsung bagi negara itu.
Namun, pada 20 Juli, Yunani membayar tunggakan kepada IMF sekitar dua miliar euro, setelah menerima pinjaman talangan darurat dari Uni Eropa, memulihkan kelayakan untuk pembiayaan IMF.
Perwakilan dari IMF, Komisi Eropa dan Bank Sentral Eropa -- kreditor internasional dua dana talangan Yunani sejak 2010 -- saat ini di Athena menggelar negosiasi dengan otoritas Yunani tentang dana talangan ketiga.
Yunani membutuhkan kesepakatan yang akan membuka dana talangan pada 20 Agustus ketika harus membayar sekitar 3,4 miliar euro yang jatuh tempo kepada Bank Sentral Eropa.
Setelah pembayaran kepada IMF, Kamis, Athena masih berutang sekitar 22 miliar euro, menurut situs lembaga yang berbasis di Washington itu.
Pembayaran IMF berikutnya, sekitar 307 juta euro, akan jatuh tempo pada 1 September. (Antara)
Berita Terkait
-
Psywar Pep Guardiola, Manchester City Tunggu Arsenal Terpeleset
-
Tidak Terima, Alvaro Arbeloa Menolak Real Madrid Disebut Ada di Titik Terendah
-
Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub
-
LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral
-
Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?
-
BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi