Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (9/10/2015) dibuka menguat sebesar 47,07 poin atau 1,05 persen menjadi 4.538,50. Pelaku pasar yang kembali aktif melakukan aksi beli saham di tengah penguatan nilai tukar rupiah.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 12,05 poin (1,57 persen) menjadi 780,60.
"Pada akhir pekan ini di sesi perdagangan pagi, IHSG masih dapat bertahan di area positif seiring masih adaya aksi beli yang cukup aktif oleh investor saham di dalam negeri," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat.
Menurut Reza Priyambada, laju nilai tukar rupiah yang terapresiasi cukup signifikan terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku pasar melakukan aksi beli. Kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah ditambah kebijakan moneter dari Bank Indonesia menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah.
Akan tetapi, lanjut Reza, pelaku pasar diharapkan tetap waspada menyusul beberapa saham mulai masuk dalam area jenuh beli yang dapat membuat membatasi laju kenaikan IHSG BEI. Potensi aksi ambil untung oleh pelaku pasar cukup terbuka di tengah situasi saat ini.
"Diproyeksikan, IHSG BEI pada akhir pekan ini (Jumat, 9/10/2015) bergerak di kisaran 4.480-4.555 poin," katanya.
Sementara itu, analis teknikal Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menambahkan bahwa pergerakan IHSG di akhir pekan masih akan mencoba menguji level batas atas di 4.500 poin dan rawan untuk aksi ambil untung khsususnya dari para pelaku pasar jangka pendek.
"Namun, secara umum posisi saat ini merupakan posisi yang menarik bagi para investor konservatif dan jangka panjang untuk mengakumulasi dan menambah posisi pada ekuitas," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 404,97 poin atau 1,81 persen menjadi 22.759,88, indeks Nikkei naik 171,31 poin (0,94 persen) menjadi 18.311,70, dan indeks Straits Times melemah 39,63 poin (1,38 persen) ke posisi 2.985,023. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
TPIA, BREN, DSSA Biang Kerok, IHSG Ditutup Nyaman Berada di Zona Merah
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga