Suara.com - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Dzulfian Syafrian menilai kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama sepuluh tahun mewariskan persoalan. Menurut dia, setiap kebijakan ekonomi yang dibuat Yudhoyono selalu meninggalkan masalah, terutama kemiskinan dan ketimpangan sosial, akibatnya pemerintahan Presiden Joko Widodo menanggungnya.
"Jadi kalau kita lihat, dari era Soeharto ini, ratio gini kita bisa bertahan di 0,35 hingga 2009. Nah di awal pemerintahan SBY, ketimpangan pendapatan di masyarakat justru terus memburuk, kenapa karena angkanya menembus 0,41. Semakin tinggi, berarti ketimpangan semakin jauh. Jadi kalau bisa dikatakan, ketimpangan saat ini bukan salah Jokowi-JK tapi cacatnya ini di zamanya SBY," kata Dzulfian Syafrian saat ditemui di kantor INDEF, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2015).
Ia menyangsikan pemerintahan Presiden Jokowi mampu menyembuhkan cacat yang ditinggalkan Yudhoyono. Pasalnya, berdasarkan data analisis INDEF, dalam setahun terakhir, pembangunan masih Jawa sentris. Kedua, hampir semua indikator kesejahteraan menurun dan adanya ketimpangan pembangunan.
"Jadi kalau kita lihat jumlah kemiskinan di Indonesia meningkat sekitar satu juta orang. Tingkat kemiskinannya juga naik dari 10,96 persen menjadi 11,22 persen. Selain itu pembangunan masih terpusat di Jawa. Padahal, angka kemiskinan terbesar itu kan di daerah karena ketimpangan pembangunan. Makanya saya sangsi kalau Jokowi-JK ini bisa memperbaiki cacat ini," katanya.
Itu sebabnya, dia mengimbau pemerintah lebih serius membantu daerah di luar Pulau Jawa agar terjadi pemerataan.
Selain itu pemerintah juga harus membuat kebijakan, baik fiskal maupun moneter, yang pro rakyat kecil.
"Selama ini kan belum. Makanya kita harus arahkan pemerintah agar pembangunan bisa merata. Kalau pembangunan merata ini secara tidak langsung akan membatu mengurangi ketimpangan," katanya.
BERITA MENARIK LAINNYA:
VIDEO: Kepergok Pungli oleh Warga, Polisi Yogya Syok
Mahasiswa Jember Ciptakan Powerbank Tanpa Listrik
Keluar dari Islam, Jono Kembali Peluk Agama Kristen
Terancam Direshuffle, Jaksa Agung Pasrah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran