Suara.com - Kementerian Keuangan memastikan bakal terus memantau kinerja penerimaan negara serta penyerapan belanja hingga akhir tahun agar defisit anggaran dalam APBN tidak melebihi ketentuan yang ditetapkan dalam undang-undang.
"Kita mempunyai mekanisme 'monitoring' dan evaluasi. Ini menjadi 'tools' kita untuk mengendalikan APBN," kata Direktur Jenderal Anggaran Askolani di Jakarta, Jumat (6/11/2015).
Pihaknya terus memantau pergerakan APBN dan untuk saat ini belum ada prediksi terkait dengan realisasi penerimaan maupun penyerapan belanja yang sedang dikhawatirkan tidak sesuai ekspektasi.
"Angka itu sangat fluktuatif, dan kita memantau polanya tiap bulan, tiap minggu. Sebab itu tergantung dari kinerja penerimaan dan kinerja belanja. Makanya kita tidak bisa memprediksi, baru bisa dua minggu sebelum tutup tahun," katanya.
Askolani mengatakan saat ini defisit anggaran masih dalam batas yang aman dan Kementerian Keuangan terus mendorong optimalisasi kinerja APBN agar bisa memberikan kontribusi yang efektif pada perekonomian hingga akhir tahun.
"Pengalaman yang lalu kita berupaya 'memanage', kalau ada potensi penerimaan pasti kita kejar. Dan kalau ada belanja yang bisa dihemat, maka kita hemat, terutama belanja yang tidak efisien," katanya.
Sebelumnya, muncul berbagai kekhawatiran setelah realisasi penerimaan pajak hingga 4 November 2015 baru mencapai Rp774,4 triliun atau sekitar 59,84 persen dari target dalam APBN-P sebesar Rp1.294,2 triliun.
Dengan adanya perlambatan penerimaan pajak tersebut, maka pemerintah harus menambah pembiayaan melalui utang untuk menutup defisit anggaran agar tidak melebihi proyeksi 2,23 persen terhadap PDB.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Robert Pakpahan mengatakan pihaknya siap menarik sejumlah pinjaman baru dari lembaga multilateral serta menerbitkan surat utang sebagai upaya menjaga defisit anggaran tidak melebihi target.
"Ada penambahan dari lembaga multilateral, lelang sudah ditambah. Termasuk di antaranya dari ORI. Jadi pelan-pelan (pembiayaan, red.) sudah ditambah dan diharapkan sudah 'secure' (hingga akhir tahun)," katanya.
Robert memastikan Kementerian Keuangan melakukan segala upaya, agar defisit anggaran tidak melebihi angka Rp300 triliun atau sekitar 2,6 persen terhadap PDB, seperti angka perkiraan terkini.
Berita Terkait
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Terungkap! Ini Alasan Penumpang Tetap Setia Naik Kereta Meski Tarif Naik
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
-
SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern
-
IHSG Ambruk, Sucor Sekuritas Ajak Investor Borong Saham Berkualitas Saat Diskon
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO