Suara.com - Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, akan dilintasi oleh kereta api sebagai salah satu sarana transportasi.
Kepastian terhadap akan aktifnya sarana transportasi massal tersebut di Kota Lhokseumawe, setelah dilakukan upaya pembebasan lahan milik masyarakat yang saat sekarang sedang dalam tahap pelaksanaan.
Kasubbag Otonomi Daerah pada Bagian Pemerintahan Kota Lhokseumawe Rifyal Syah, Senin (9/11/2015) mengatakan, setelah dilakukan survei bahwa panjang jalur rel kereta api di wilayah Lhokseumawe menempuh jarak 18.9 kilometer, yang dimulai dari Desa Paloh Meuria Kecamatan Muara Satu hingga Desa Blang Punteut Kecamatan Blang Mangat.
Dia menambahkan, memasuki wilayah Kota Lhokseumawe jalur kereta api, mulai dari Desa Blang Naleung Mameh hingga Desa Blang Pulo, masih memakai jalur yang telah ada sebelumnya pada masa Belanda. Namun, di kawasan Paloh Meuria, jalurnya dialihkan ke wilayah perbukitan dan pedesaan hingga ke perbatasan Kota Lhokseumawe di Desa Blang Punteut, Kecamatan Blang Mangat.
Untuk wilayah perbukitan, jika ada bangunan di atasnya akan dibuat jalur terowongan. Begitu juga apabila melewati jalan besar, akan dibuat jembatan khusus rel kereta api, sehingga tidak mengganggu fasilitas publik lainnya.
Menurut Rifyal lagi, luas lahan masyarakat yang akan dibebaskan secara keseluruhan adalah sebesar 756 hektare. Sementara anggaran untuk pembebasan lahan masyarakat tersebut berasal dari DIPA Balai Teknik Perkeretaapian wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
"Sekarang sudah memasuki tahap pelaksanaan pembebasan lahan masyarakat yang terkena pembangunan rel kereta api, sedangkan tahap pengukuran dan lain sebagainya sudah dilakukan sebelumnya," terang Rifyal.
Mengenai target penyelesaian secara optimal jalur serta pelayanan transportasi kereta api di Kota Lhokseumawe, Rifyal mengatakan, bahwa berdasarkan perencanaan yang dilakukan oleh pihak terkait, bahwa pembangunan akan rampung semuanya pada tahun 2025, terang Rifyal. (Antara)
Berita Terkait
-
15 Tahun Jaga Rel Tanpa Status, Penjaga Perlintasan Minta Palang Kereta Resmi yang Layak
-
Palang Bambu dan HT Patungan, Warga Pertaruhkan Nyawa Jaga Perlintasan Liar
-
Internet Indonesia Terancam Mahal? Operator Keluhkan Lonjakan Biaya Relokasi Jaringan
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?