Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mendukung Kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai kawasan pusat logistik berikat.
"Dengan pengembangan kawasan industri menjadi pusat logistik berikat sebagai solusi logistik, maka hal positif tersebut akan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tempat berinvestasi," dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Franky telah meninjau untuk yang ketiga kalinya megaproyek JIIPE yakni, sebuah kawasan industri terpadu yang terintegrasi dengan fasilitas pelabuhan di Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Franky menambahkan BKPM menyadari betapa mendesaknya pengembangan kawasan industri di tengah ketatnya persaingan global untuk menarik investasi.
"Beberapa investor yang datang ke BKPM sudah mulai membandingkan antara kawasan industri di Indonesia dengan kawasan industri di negara-negara tetangga," paparnya.
Upaya untuk menjadikan kawasan industri sebagai solusi logistik dilakukan dengan menyiapkan infrastruktur pendukung di dalam kawasan pusat logistik berikat tersebut di antaranya, pembangunan pelabuhan laut dalam, pembangkit listrik (power plant) dan jalur kereta api.
Untuk JIIPE, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III dengan PT AKR Corporindo terus menggenjot pembangunan infrastruktur di proyek joint venture keduanya tersebut.
Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto dalam mengungkapkan hingga kini komitmen investasi yang sudah dikeluarkan pihaknya sudah mencapai Rp5,5 triliun.
"Berdasarkan perhitungan pada 2014, investasi infrastruktur total akan menghabiskan dana sebesar Rp35 triliun yang akan dilakukan bertahap sesuai dengan pertumbuhan penggunaan kawasan industri di sana," katanya.
Saat ini, Djarwo mengatakan pihaknya tengah mendiskusikan terkait perencanaan pembangunan simpang susun menuju akses jalan tol dan akses rel kereta api ke Stasiun Duduk Sampean yang berada tidak jauh dari lokasi JIIPE.
Untuk akses laut, Pelindo III belum lama ini menyelesaikan revitalisasi dengan mengeruk Alur Pelayaran Barat Surabaya menjadi sedalam -13 meter LWS dan selebar 150 meter, sehingga kapal besar dapat bersandar dan arus lalu lintas semakin lancar.
"Maka dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mengintegrasikan aspek jaringan (transportasi) agar memastikan JIIPE menjadi pusat logistik berikat yang sangat efisien, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat karena daya saing Indonesia meningkat," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, selalu operator kawasan industri Bambang Soetiono, memaparkan bahwa investasi tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas yang mendukung JIIPE agar efektif menurunkan biaya logistik.
"JIIPE selain memiliki fitur utama sebagai kawasan industri yang terkoneksi langsung dengan pelabuhan dalam/deep sea port dengan kedalaman mencapai -16 meter LWS)," katanya.
Fasilitas lainnya seperti, sumber energi berupa listrik dan gas yang ramah lingkungan, fasilitas pengolahan limbah, serta pasokan air dari penampungan air hujan, pengolahan (recycle), dan sumber alam.
"Untuk memastikan bebas banjir selama 100 tahun, kawasan ini dikelilingi tanggul setinggi 6 meter dan selebar 30 meter," katanya.
JIIPE mengalokasikan lahan untuk lokasi pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK). Nantinya BLK ini didukung oleh Pondok Pesantren Qomarudin dari Gresik untuk mendidik santri menjadi tenaga kerja terampil.
JIIPE yang memiliki kawasan industri seluas 2.933 hektar dan berlokasi di Gresik, dalam proses konstruksi sekarang ini setidaknya telah menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja langsung, di mana 90 persen berasal dari masyarakat di sekitarnya, seperti Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar.
Hingga kini, sudah ada lima perusahaan yang akan membangun di kawasan industri JIIPE, yaitu perusahaan smelter, petrokimia, dan pengolahan garam untuk industri. Kelima perusahaan sedang melakukan konstruksi dan dapat menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja langsung.
Sementara itu, seluruh kawasan industri ini dapat menyerap sekitar 60 ribu tenaga kerja langsung. (Antara)
Berita Terkait
-
Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara
-
Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026
-
Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun
-
Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru
-
KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah