Suara.com - Bank Indonesia kembali memutuskan tingkat suku bunga acuan dipertahankan di level 7,50 persen pada November 2015. Angka ini tidak mengalami perubahan sejak awal tahun 2015.
"Hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17 November 2015, memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di 7,50 persen, Deposito facility 5,50 persen dan Lending Facility 8,0 persen," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat menggelar konferensi pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2015).
Hal tersebut lantaran Bank Indonesia memprediksikan inflasi pada 2015 ini akan berada di bawah titik tengah 4,1 persen dan defisit transaksi lebih rendah dari semula, atau sekitar 2 persen.
Ia pun menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2015 akan berada dikisaran 4,7 persen sampai 5,1 persen.
"Jadi pertumbuhan ekonomi tahun 2016 ini akan mencapai dikisaran 4,7-5,1 persen," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Agus, kebijakan Giro wajib menimum wajib rupiah dari 8 persen akan diturunkan menjadi 7 persen. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Desember 2015.
"Karena kondisi perekonomian yang semakin bagus, sehingga dibutuhkan kelonggaran kebijakan," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!