Suara.com - PT Pertamina (Persero) menandatangani kontrak kerja sama pasokan bahan bakar minyak industri dengan PT Agro Harapan Lestari (Good Hoper Group) senilai Rp167 miliar.
"Untuk kontrak kerja sama ini berlangsung selama dua tahun," kata Humas PT Pertamina Unit Pemasaran (MOR) VI Balikpapan Andar Titi Lestari dihubungi di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (28/11/2015).
Manajer Industrial Fuel Marketing Pertamina Wilayah Kalimantan Arief Priyanto menandatangani telah penjanjian kerja sama tersebut di Jakarta.
Dalam kerja sama itu, Pertamina wajib memenuhi kebutuhan BBM perusahaan yang lokasi kerjanya di pedalaman Kalimantan dan Papua selama dua tahun dengan total pasokan 24.000 kiloliter BBM.
Dengan begitu, seperti ditegaskan Priyanto, Pertamina sebagai badan usaha menjamin pasokan bagi perusahaan tersebut.
Tidak hanya itu, dengan kredo bisnis "One Business Solution", Pertamina memberi bonus produk-produk Pertamina lainnya. PT Agro Harapan Lestari mendapat voucher bahan bakar khusus jenis Pertamax senilai Rp75 juta.
"Vouchernya dapat digunakan di seluruh SPBU Pertamina atau SPBU COCO di seluruh Indonesia, sehingga bisa lebih efisien," kata Arief Priyanto.
Di sisi lain, dituturkan Humas MOR VI Andar Titi Lestari, mengantar BBM dan mendistribusikannya di Kalimantan dan Papua saat ini masih merupakan tantangan tersendiri.
"Tantangan itu utamanya keterbatasan infrastruktur jalan, terutama di pedalaman," kata Lestari.
Arti keterbatasan bahkan hingga tidak ada jalan darat, sehingga BBM harus didistribusikan dengan moda angkutan lain.
Di Kalimantan, Pertamina MOR VI menggunakan kapal-kapal tanker LCT selama kedalaman sungai masih memungkinkan. Setelah itu, untuk menembus lebih jauh ke kecamatan dan kampung di hulu sungai menggunakan perahu.
BBM pun bisa mengalami dua atau tiga kali "handling" atau bongkar muat yang riskan. Dari tanker atau juga tangki timbun untuk bisa dibawa perahu, BBM dikemas di dalam drum-drum ukuran 200 liter.
Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila harga premium bisa mencapai Rp20.000 per liter di wilayah Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu.
"Jadi, kami selalu mendorong agar pemerintah setempat membangun infrastruktur jalan agar rakyat yang di pedalaman itu lebih cepat sejahtera," kata Lestari. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS
-
Promo JSM Alfamart Diperpanjang, Minyak Goreng 2 Liter Cuma Rp30 Ribuan
-
Jaga Kelancaran Mudik, YLKI Minta Pertamina Lakukan Ini
-
Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
-
Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Trump Ngambek: Minta Bantuan China, Jepang dan NATO di Selat Hormuz
-
Menhub Kesal Banyak Truk Masih Wara-wiri Saat Mudik Lebaran
-
Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini
-
Proyek Geothermal Kamojang Digenjot, Rampung 2 Bulan Lebih Cepat
-
Emas Antam Diproyeksi Turun, Cek Ramalan Harganya untuk Pekan Depan
-
Nasabah Diminta Waspada Penipuan Digital Jelang Idulfitri, Salah Satunya Promo Belanja
-
BCA Ubah Jam Operasional Kantor Cabang Selama Nyepi dan Libur Lebaran, Catat Jadwalnya
-
Saham Energi Bersih Dinilai Menjanjikan di Era Transisi Energi
-
Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau
-
Kuartal I Nihil IPO, BEI Pede Perdagangan Saham Tetap Ngebut