Suara.com - Pakar industri kemaritiman Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Daniel M Rosyid mengatakan fasilitas vital pelabuhan hingga saat ini masih diabaikan oleh sejumlah pihak terkait.
"Sejumlah pihak terkait seperti pemerintah maupun stakeholder masih mengabaikan fasilitas vital yang saat ini eksis di pelabuhan, salah satunya adalah galangan kapal," kata Daniel ketika dihubungi di Surabaya, Jumat (25/12/2015).
Ia mencontohkan Pelindo III Cabang Tanjung Emas yang masih belum memperhatikan fungsi galangan kapal yang berada di sekitar area pelabuhan, dengan melakukan keputusan secara sepihak pembatasan sewa lahan hanya dalam waktu dua tahun.
"Saya mencontohkan Pelindo III Cabang Tanjung Emas yang memutuskan secara sepihak atas pembatasan sewa lahan dalam waktu dua tahun, meskipun industri galangan kapal tidak terkait langsung dengan pelabuhan, namun seharusnya hal-hal semacam itu perlu diperhatikan," ujarnya.
Menurut dia, eksistensi galangan kapal yang sudah ada perlu mendapatkan perhatian serius karena galangan kapal memerlukan akses ke industri komponen.
"Integrasinya dengan pelabuhan bukan keharusan atau syarat. Galangan lebih baik berada dalam sebuah kawasan industri dan terpenting adalah akses ke 'waterfront' yang memadai dan ke industri pendukung," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan pemerintah melalui Otoritas Pelabuhan perlu menyediakan alternatif lahan untuk galangan kapal, demi kelangsungan industri galangan kapal.
"Sesuai UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau Kecil, Otoritas Pelabuhan bersama pemerintah perlu segera menyiapkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pesisir serta rencana zonasinya agar tidak terjadi konflik kepentingan pemanfaatan pesisir," jelasnya.
Pemerintah lanjutnya perlu meninjau dan memperhatikan secara detail kepentingan antar stakeholder maritim, baik itu Pelindo, maupun pengusaha galangan kapal sehingga diharapkan menemukan solusi.
(Antara)
Berita Terkait
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri