Suara.com - Kurs euro mempertahankan kenaikannya secara tipis di perdagangan Asia, Selasa (29/12/2015). Penguatan ini terjadi setelah pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) mengisyaratkan gelombang stimulus lagi, sementara kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok menekan yuan.
Anggota dewan eksekutif ECB Yves Mersch mengatakan para pembuat kebijakan "tidak berarti telah menggunakan semua amunisi kami", menurut kutipan dari sebuah wawancara dengan Forum Bankir Internasional.
Kemungkinan pelonggaran -- yang cenderung akan melemahkan euro -- datang setelah ECB mengecewakan pasar bulan ini dengan ruang lingkup terbatas dalam upaya terbarunya untuk menghidupkan kembali ekonomi zona euro yang kesulitan.
Euro melonjak setelah langkah-langkah kebijakan ECB kurang dari yang diperkirakan.
"Dalam pernyataan besar terakhir mereka, mereka tidak memberikan apa yang pasar harapkan," Jason Wong, ahli strategi mata uang Bank of New Zealand di Wellington, mengatakan kepada Bloomberg News.
Di Tokyo pada Selasa, euro diambil 1,0980 dolar terhadap 1,0970 dolar di New York, sementara itu juga naik menjadi 132,15 yen dari 132,05 yen.
Mata uang bersama telah melonjak hampir empat persen terhadap dolar bulan ini, yang terbaik sejak April lalu.
Pada perdagangan lainnya, dolar turun tipis menjadi 120,26 yen dari 120,38 yen, sementara yuan merosot menjadi 6,5675 terhadap greenback dari 6,488 pada Senin.
Sentimen pasar telah terpukul karena harga minyak jatuh lagi pada Senin, setelah penurunan keuntungan di perusahaan-perusahaan industri Tiongkok memperburuk kekhawatiran tentang ekonomi nomor dua dunia, pendorong utama pertumbuhan global.
Sementara itu, rupiah Indonesia melemah 0,17 persen terhadap dolar, Won Korea Selatan turun 0,22 persen, sedangkan rupee India naik tipis 0,02 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,09 persen.
(Antara)
Berita Terkait
-
BI: Bukan Dibatasi, Transaksi di Atas 50 Ribu Dolar AS Wajib Dokumen
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
Napoli Renovasi Stadion Diego Maradona: Lintas Atletik Dibongkar, Telan Dana Rp3,5 T
-
Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5
-
Bank Indonesia Ambil Kendali Awasi Pasar Uang dan Valuta Asing, Ini Fungsinya
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM
-
Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah