Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan pembentukan holding (induk usaha) yang menyatukan sebanyak 78 rumah sakit milik BUMN rampung sebelum akhir 2016.
"Sebelum akhir tahun (2016) holding operasional RS BUMN ditargetkan sudah direalisasikan," kata Rini di sela "Kick Off Meeting Sinergi BUMN Pengelolaan Rumah Sakit" di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Menurut Rini, pembentukan holding tersebut agar RS BUMN bisa menjadi perusahaan penyedia layanan kesehatan berkelas dunia, terpercaya dan memiliki daya saing.
Selama ini ujarnya, banyak warga Indonesia terutama segmen menengah atas berobat keluar negeri dengan total biaya mencapai puluhan triliun per tahun, sehingga menjadi peluang RS BUMN untuk melakukan nerbagai terobosan untuk menambah kepercayaan masyarakat.
"Kita punya RS BUMN yang jika dikelola dengan baik, maka dapat mengalahkan kualitas layanan rumah sakit ternama seperti Mitra Keluarga, Siloam Gleneagles, dan lainnya," tegas Rini.
Ia menjelaskan, saat ini banyak BUMN yang memiliki rumah sakit padahal kompetensinya bukan pada layanan rumah sakit.
Sejumlah BUMN yang memiliki RS seperti PT Pertamina, PT Bukit Asam, Pelindo I, II, III, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I, II, III, IV, V, VIII, X, XI, XII dan XIII.
Selanjutnya RS Krakatau Steel, RS Pelni, RS KBN, RS milik Aneka Tambang, Semen Indonesia, Timah, Pupuk Indonesia, dan sejumlah klinik besar.
"Kecuali RS Pertamina dan RS Pelni, selama ini RS BUMN masih dikelola dengan pola 'budgeting' sehingga masih belum memiliki 'cost leadership', ujarnya.
Selain itu, pembentukan holding RS BUMN juga dapat mengakomodir terlaksananya pelayanan pembiayaan BPJS Kesehatan.
"RS BUMN juga dapat dimaksimalkan melalui sinergi dengan BUMN lainnya bidang farmasi, obat-obatan dan vaksin seperti Kimia Farma, IndoFarma, BioFarma. Ini potensi BUMN yang kedepan harus betul-betul bersinergi secara penuh," ujarnya.
Dengan begitu tambah Rini, dalam pengelolaan holding RS BUMN agar memiliki standar yang sama dalam memberikan pengobatan dan obat-obatan yang baik dan memiliki sumber daya yang handal.
Meski begitu Rini belum bisa menyebutkan nama holding RS BUMN yang dimaksud, karena masih dalam proses penyelesaian pembentukan.
"Operating company RS BUMN bisa melalui pembentukan unit usaha patungan (joint venture/JV) berupa saham yang ditanamkan mengikuti induk usaha. Intinya, aset masing-masing BUMN yang memiliki rumah sakit tersebut tidak bergeser atau dialihkan," ujarnya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni
-
Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi
-
Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%
-
Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN