Suara.com - Perum Bulog akan diberi peran lebih besar untuk bisa menopang kebijakan pangan yang dilakukan pemerintah sehingga dapat memotong jaringan distribusi dan pembelian yang terlalu panjang.
"Pemerintah memberi wewenang lebih besar kepada Bulog untuk memotong jaringan agar lebih efektif dan pendek," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam diskusi awal tahun dengan Forum Pemred, di Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Menurutnya, Bulog selama ini memang telah berperan dalam membeli beras tapi lebih banyak dalam bentuk gabah kering giling (GKG) dari pedagang, dibanding dari petani dalam bentuk gabah kering panen (GKP).
Akibat dari pembelian beras dari pedagang tersebut maka Bulog menjadi lebih mahal saat membeli beras.
"Mata rantai yang terlalu panjang itu menyebabkan tak efisien dan pemerintah akan memotongnya dengan cara memberi peran lebih besar kepada Bulog," kata Darmin.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu secara terpisah, mengatakan pihaknya siap ditugaskan menjadi stabilisator harga 11 komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, gula, telur, cabai, bawang, terigu dan minyak goreng pada 2016.
Dikatakan, rancangan penugasan BUMN pangan tersebut untuk menjaga 11 komoditas pangan strategis itu sudah dalam tahap pembahasan.
"Sudah ada rancangannya di meja Presiden, tinggal ditandatangani beliau," katanya.
Menurut dia, terkait dengan penugasan tersebut, nantinya pihaknya akan bekerja sama dengan mitra kerja pengadaan seperti yang sudah berjalan selama ini terhadap komoditas beras dan gabah, terutama yang memiliki infrastruktur.
"Kemitraan dimulai dengan mengoptimalkan keberadaan mitra kerja Bulog yang terdiri dari petani. Para mitra biasanya tidak hanya menanam padi di lahannya," katanya.
Dari segi infrastruktur, menurut Wahyu, saat ini Bulog memiliki 1.500 unit gudang penyimpanan tersebar se-Indonesia dan telah memenuhi standar minimal menjaga ketahanan pangan di luar beras.
Bulog telah menyiapkan proyeksi penguatan infrastruktur secara mandiri di 2016, di antaranya membangun infrastruktur pascapanen seperti "drying center", infrastruktur proses perawatan juga infrastruktur gudang termasuk infrastruktur produksi.
(Antara)
Berita Terkait
-
DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur
-
11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil
-
Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik
-
Ketika Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun Warga hingga Dapur Keluarga
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara
-
ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar
-
Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet
-
Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari
-
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko
-
Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita
-
Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi