Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (9/2/2016) pagi, bergerak melemah sebesar 85 poin menjadi Rp13.682 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS seiring dengan pelaku pasar uang yang memanfaatkan untuk mengambil untung setelah rupiah mengalami penguatan cukup signifikan pada pekan lalu," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta.
Menurut dia, harga minyak mentah dunia yang cukup berfluktuasi membuat pelaku pasar mengambil posisi transaksi jangka pendek terhadap aset-aset mata uang komoditas, salah satunya rupiah.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa laporan tenaga kerja Amerika Serikat pada pekan lalu direspon cukup positif oleh sebagian investor di pasar uang.
"Dolar AS bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia seiring optimisme beberapa pelaku pasar yang menilai kenaikan rata-rata upah pekerja serta penurunan tingkat pengangguran selama bulan Januari merupakan alasan yang cukup kuat untuk meyakinkan bank sentral AS (Federal Reserve) menaikkan suku bunga pada tahun ini," katanya.
Sementara IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun sebesar 26,17 poin atau 0,89 persen menjadi 4.773,76 seiring dengan tren harga minyak mentah dunia yang masih berada dalam level rendah.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 6,20 poin (0,73 persen) menjadi 837,74.
"Meski sentimen dari dalam negeri cukup positif mengenai pertumbuhan ekonomi yang cenderung membaik, namun tren harga minyak mentah dunia yang masih rendah menahan laju indeks BEI," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, saat ini harga minyak sebagai sentimen yang berpengaruh besar bagi pergerakan indeks saham utama dunia, termasuk IHSG BEI. Harga minyak yang berfluktuasi di leve rendah seiring dengan ketidakpastian pertemuan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non OPEC untuk membahas pengurangan produksi minyak.
"Selama pertemuan OPEC dan non OPEC belum ada kepastian, diperkirakan peluang tekanan harga minyak bisa kembali terjadi. Kekhawatiran kelebihan pasokan akan mendiskon harga," katanya.
Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan bahwa tren kenaikan IHSG BEI pada pekan lalu telah membuat harga saham di dalam negeri mendekati area jenuh beli (overbought) sehingga cukup rawan dengan aksi ambil untung.
Kendati demikian, lanjut dia, secara teknikal, potensi indeks BEI untuk melanjutkan kenaikan masih cukup terbuka meski cenderung terbatas.
Ia mengharapkan bahwa sentimen positif dari dalam negeri mengenai pertumbuhan ekonomi domestik yang mulai masuk dalam tren perbaikan dapat menopang laju indeks BEI. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
IHSG Meroket ke Level 6.400 di Sesi I, Saham Bakrie Berjaya
-
IHSG Bangkit Lagi di Awal Sesi ke Level 6.300, Pantau TPIA
-
BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini
-
Investor Banyak Jual Saham, IHSG Akhirnya Terkoreksi Setelah 10 Hari Menguat
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Review The Eyes: Drama Thriller Mencekam tentang Misteri Kematian si Kembar
-
Review Anna: Drama yang Membuktikan bahwa Kebohongan Tak Membawa Ketenangan
-
Di Mana Bisa Beli Smartwatch dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung? Ini 5 Rekomendasi Produknya
-
Reaksi Relawan Jokowi Soal Putusan Sela Dokter Tifa: Jangan Terkecoh, Ini Bukan Bebas Murni
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Berikan Inspirasi Siswa Dalam Meraih Cita-cita
-
BUMN Ramai-ramai Gagal Bayar: Salah Kelola atau Ada 'Sesuatu'?
-
Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral
-
Modus Baru Judi Online, Pakai Merchant UMKM hingga Payment Gateway
-
Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China
-
3 Rekomendasi Parfum Aroma Susu dengan Wangi Creamy, Beri Kesan Manis yang Menenangkan