Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (12/2/2016) dibuka turun sebesar 18,15 poin terpengaruh bursa saham global yang mayoritas berada di area negatif.
IHSG BEI dibuka melemah 18,15 poin atau 0,38 persen menjadi 4.757,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 4,66 poin (0,55 persen) menjadi 834,35.
"Perlambatan ekonomi global dan harga minyak mentah dunia yang di level rendah masih membayangi tekanan bagi indeks saham bursa utama dunia, termasuk IHSG BEI," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere.
Kendati demikian, menurut dia, sentimen positif dari dalam negeri cukup mampu menahan tekanan IHSG lebih dalam. Moody's Investors Service menyatakan laju pertumbuhan Indonesia masih stabil seiring dengan kebijakan pemerintah yang cukup akomodatif.
"Moody's menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah membuat kemajuan dalam memfasilitasi pengembangan infrastruktur, dan perlambatan laju inflasi telah memberikan ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter," katanya.
Ia menambahkan bahwa upaya pengampunan pajak (tax amnesty) oleh pemerintah yang akan segera diterapkan, berpotensi mendorong penerimaan negara meningkat dan berkelanjutan.
"Dengan 'tax amnesty' itu pemerintah berharap adanya repatriasi uang Indonesia di luar negeri," katanya.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa dengan melihat kondisi dalam negeri yang optimis dan nilai tukar rupiah yang terjaga stabilitasnya terhadap dolar AS dapat membuka peluang bagi IHSG untuk kembali bergerak menguat.
"Kondisi ekonomi domestik yang stabil, potensi indeks BEI untuk menuju level 4.821 poin dalam jangka pendek ini akan terbuka," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 153,63 poin (0,83 persen) ke level 18.392,17, dan indeks Nikkei melemah 769,39 poin (4,90 persen) ke level 14.944,00, Straits Times menguat 6,62 poin (0,27 persen) ke posisi 2.544,22. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Perang Iran-AS Terus Bergulir, IHSG Makin Merosot ke Level 7.939
-
IHSG Naik Tipis Pada Sesi I di Tengah Badai Timur Tengah, 394 Saham Hijau
-
IHSG Hijau di Awal Perdagangan, Tapi Analis Peringatkan Siap-Siap Ambles Lagi
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot
-
BEI Umumkan Ketentuan Liquidity Provider Saham, Termasuk Regulasi Free Float
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
Wamenkeu Klaim Defisit APBN Masih Aman Meski Ada Perang AS-Israel-Iran
-
PT SMI Klaim Pembiayaan Proyek Masih Aman Meski Ada Konflik Timur Tengah
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Bisa Bertahan Jika Harga Minyak 92 Dolar AS per Barel
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
-
Elnusa Petrofin Perkuat Mitigasi Risiko, Pastikan BBM Aman Selama Ramadan
-
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab