Suara.com - Regulator pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perpanjangan kontrak perjanjian dan pemeliharaan perangkat Jaringan Terpadu Pasar Modal (JTPM) dengan PT Link Net Tbk dalam rangka mendukung sistem teknologi informasi.
"Perkembangan IT (Information technology, red) sangat berperan penting terhadap kemajuan ekonomi, khususnya di pasar modal. Melalui perpanjangan kontrak selama lima tahun yang berlaku sejak 30 Desember 2015 ini diharapkan mendukung aktivitas transaksi di pasar modal," ujar Direktur IT dan Manajemen Risiko BEI Sulistyo Budi di Jakarta, Jumat (19/2/2016).
Ia menambahkan bahwa melalui kemajuan di bidang IT, aspek bisnis dan operasional di pasar modal dapat menjadi lebih efisien dan efektif demi mencapai hasil yang lebih maksimal. Apalagi saat ini pasar modal semakin berperan penting serta menjadi tolak ukur bagi perkembangan ekonomi di suatu negara.
"Link Net akan menyediakan layanan koneksi data di pasar modal dengan kecepatan tinggi melalui JTPM," katanya.
Sebagai industri yang dinamis, Sulistyo Budi mengatakan bahwa, otoritas pasar modal yang terdiri dari BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengharapkan inovasi yang telah dan terus dilakukan ini dapat dimanfaatkan masyarakat sehingga memperluas inklusivitas investasi.
"Tren penerapan 'online trading' yang selama ini telah dimiliki oleh mayoritas perusahaan efek telah membuat rata-rata jumlah transaksi harian BEI mengalami peningkatan 196.312 atau 987 persen kali transaksi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir," paparnya.
Ia memaparkan sebelum "booming era online trading" yakni pada 2009 rata-rata nilai transaksi harian di BEI mencapai 87.040 kali transaksi. Setelah "era online trading" di 2010 rata-rata nilai transaksi harian meningkat menjadi 105.790 kali transaksi dan terus tumbuh hingga mencapai 216.192 kali transaksi di 2016.
CEO Link Net, Richard Kartawijaya menambahkan perpanjangan kontrak ini akan meningkatkan kecepatan (bandwidth) JTPM menjadi 20 megabit per detik (megabytes per second/Mbps) dari 10 Mbps.
"Kegiatan pasar modal membutuhkan layanan koneksi data super cepat untuk menunjang pengguna agar lebih produktif khususnya pada saat 'trading' dan 'monitoring market'," katanya.
JTPM merupakan jaringan telekomunikasi dan data yang digunakan untuk menghubungkan antara BEI, KPEI, dan KSEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Anggota Bursa, Bank Kustodian, dan Bank Umum.
Jaringan-jaringan yang ada di lingkungan Pasar Modal mulai dikonsolidasikan menjadi JTPM sejak akhir tahun 2010 dan selesai pada akhir tahun 2011. JTPM saat ini telah menjadi infrastruktur utama dalam mendukung operasional bisnis pasar modal. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya